Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
296.1578
Previous Change Change (%)
295.8019
0.3559
0.12
Jakarta, 20 September 2020
| September 2020 ||Maturity Update | SPN03200903 (03-Sep-20), MFIN03ACN3 (07-Sep-20), SMII02ACN2 (08-Sep-20), SMSMII01ACN3 (08-Sep-20), SPN12200911 (11-Sep-20), SPN-S 11092020 (11-Sep-20), BEXI04ACN6 (13-Sep-20), SMBEXI01CN4 (13-Sep-20), PBS006 (15-Sep-20), BEXI02CCN6 (16-Sep-20), BMTR01CN2 (19-Sep-20), SIBMTR01CN2 (19-Sep-20), TBIG02CN3 (19-Sep-20), SITINS01ACN1 (28-Sep-20), TINS01ACN1 (28-Sep-20).   || IBPA Benchmark Rates (18/9/2020) :FR0080 (14.75 Yr) - Yield 7.3939% Price 100.9258% --  FR0081 (4.74 Yr) - Yield 5.5089% Price 104.0750% --  FR0082 (10.00 Yr) - Yield 6.8522% Price 101.0559% --  FR0083 (19.59 Yr) - Yield 7.4101% Price 100.9125% --  
  
Minimize

Pekan Terakhir Di Bulan Agustus, Pasar Obligasi Indonesia Berbalik Melemah

Ketiga indeks obligasi catat return mingguan negatif 

Pasar obligasi menunjukkan performa negatif di pekan ini. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,37%wow ke level 295,3957. Sementara INDOBeXG-Total Return turun –0,34%wow ke level 289,8530 dan INDOBeXC-Total Return turun –0,64%wow ke level 320,8285. Secara tahun berjalan, ketiga indeks tersebut mencatat positive return masing-masing sebesar: ICBI +7,62%ytd; INDOBeXG-TR +7,67%ytd; dan INDOBeXC-TR +7,03%ytd

Faktor trading picu pelemahan pasar obligasi

Melemahnya pasar obligasi pekan ini lebih dikarenakan aksi profit taking setelah sejak bulan Juli harga obligasi negara selalu berada dalam tren menguat. Kondisi tersebut tercermin dari indeks harga bersih obligasi negara yang bergerak turun ditengah persepsi risiko di global yang cenderung mereda. Menurut data di Thomson Reuters, CDS Indonesia tenor 5-tahun pekan ini turun –5,00bps wow. Adapun sentimen negatif yang cukup dominan membayangi pergerakan pasar pekan ini masih terkait konflik Laut China Selatan dan risiko resesi dalam negeri.

 

Weekly Report, 24 -28 Agustus 2020

Aksi beli warnai pasar Surat Berharga Negara

Pekan ini, pasar obligasi juga dibayangi beberapa sentimen lain yang bersifat positif seperti Rupiah yang menguat 141,0poin ke level Rp14.632/US$ dan perkembangan positif dari vaksin Covid-19. Semua kondisi tersebut disertai dengan kinerja data ekonomi Indonesia yang memuaskan di pekan lalu mendorong investor, baik lokal maupun asing, memanfaatkan terkoreksinya harga untuk menambah portfolio SBN yang dimilikinya. Menurut data DJPPR, seluruh investor institusi pekan ini membukukan net transaksi beli. 

Outlook dan sentimen pasar pekan pertama September 2020

Pada pekan pertama September, pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak dalam rentang yang terbatas. Pelaku pasar diperkirakan akan wait & see terhadap serangkaian sentimen dari global seperti rilis data ketenagakerjaan Amerika hingga data final GDP Australia Q2. Selain itu, pasar diprediksi juga akan concern pada perkembangan lanjutan konfrontasi AS-China yang dikhawatirkan berdampak pada proses recovery ekonomi global. Terkait pandemi, perkembangan penggunaan vaksin juga sangat dinantikan pasar ditengah masih tingginya tingkat penyebaran virus Covid-19.

Seluruh kurva yield obligasi domestik berpola bearish

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish. Yield seluruh tenor (1-30tahun) tertekan naik dan menyebabkan rata-rata yield naik sebesar +6,20bps wow. Kurva yield PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut diwarnai kenaikan yield pada seluruh tenor (1-10tahun) dengan rata-rata yield naik lebih tinggi yakni +33,02bps wow.

Indeks total return sukuk negara bergerak melemah terbatas

Pekan ini, pasar sukuk negara berada dalam tekanan. Harga seri-seri sukuk negara cenderung melemah meskipun secara rata-rata naik sebesar +7,03bps wow. Kenaikan tersebut terpicu harga seri PBS020, PBS024 dan PBS025 yang naik signifikan. Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini ditutup di level 268,0895 atau turun tipis –0,08%wow dari penutupan akhir pekan lalu.  Rata-rata volume transaksi harian sukuk pekan ini meningkat +25,16%wow menjadi Rp2,88tn/hari sementara frekuensi harian turun –11,54%wow menjadi 76 transaksi/hari. Seri sukuk negara yang ditransaksikan dengan total volume terbesar masih dicatatkan kelompok seri PBS yakni senilai Rp13,05tn atau mencakup 90,51% dari total volume transaksi sukuk.

Volume SUN meningkat, seri tenor panjang catat peningkatan terbesar

Pada transaksi SUN, kenaikan volume dialami pada seluruh tenornya. Seri-seri SUN bertenor panjang mencatat kenaikan volume transaksi harian terbesar yakni +16,59%wow menjadi sebesar Rp12,70tn/hari. Sementara volume harian SUN tenor pendek naik +1,11%wow menjadi Rp6,06tn/hari dan tenor menengah naik +0,58%wow menjadi Rp9,40tn/hari.

Pemerintah serap dana lelang diatas target indikatif minimal

Pemerintah pekan ini melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp20,00tn. Kelebihan total penawaran masuk pada lelang SBN kali ini adalah sebesar 3,92 kali atau setara dengan Rp78,35tn. Antusiasme peserta lelang yang masih tinggi disebabkan karena masih terjaganya optimisme pelaku pasar terhadap proses pemulihan ekonomi nasional kedepannya. Pemerintah memenangkan seluruh seri yang dilelang dengan total dana penyerapan diatas target indikatif minimal yakni Rp22,00tn.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer