Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
286.7316
Previous Change Change (%)
286.2365
0.4951
0.17
Jakarta, 12 Juli 2020
| Juli 2020 ||Matured | SPN12200703 (03-Jul-20), NISP03BCN1 (06-Jul-20), MDLN01BCN1 (07-Jul-20), AGRO01A (07-Jul-20), AKRA01ACN1 (07-Jul-20), IMFI03BCN1 (07-Jul-20), BBTN02BCN1 (08-Jul-20), BBTN03ACN2 (08-Jul-20), PPGD02DCN1 (09-Jul-20), MFIN03ACN2 (09-Jul-20), SMBNII02CN1 (11-Jul-20), BMTP01A (11-Jul-20), CSUL01B (11-Jul-20), PIHC01ACN1 (12-Jul-20), PNMP02ACN1 (12-Jul-20), PJAA02CN1 (12-Jul-20), BBTN03ACN1 (13-Jul-20), BNII03ACN1 (13-Jul-20), ADMF03BCN6 (14-Jul-20), SMFP05ACN1 (14-Jul-20), SMSMFP01CN1 (14-Jul-20), SPN-S 15072020 (15-Jul-20), SPN03200715 (15-Jul-20), BEXI04ACN5 (19-Jul-20), VR0031 (25-Jul-20), SPN03200729 (29-Jul-20).   || IBPA Benchmark Rates (10/7/2020) :FR0080 (14.94 Yr) - Yield 7.5549% Price 99.5052% --  FR0081 (4.93 Yr) - Yield 6.2835% Price 100.9000% --  FR0082 (10.19 Yr) - Yield 7.0304% Price 99.7678% --  FR0083 (19.78 Yr) - Yield 7.5548% Price 99.4250% --  

Pekan Ketiga Mei 2020, Pasar Obligasi Indonesia Dalam Tren Positif

Berlanjut naik, instrumen obligasi catat positive return tahun berjalan

Pasar obligasi berhasil mempertahankan performa positifnya di pekan ini. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat sebesar +1,08%wow ke level 276,4619. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return dan INDOBeXC-Total. Dengan demikian pekan ini, secara tahun berjalan ICBI dan INDOBeXG-TR telah berhasil mencatat positive return masing-masing sebesar +0,72%ytd dan +0,53%ytd. Sedangkan INDOBeXC-TR memberikan return makin tinggi yakni +2,32%ytd.

Berlanjut positifnya pasar obligasi domestik sejalan dengan meredanya persepsi risiko global terhadap instrumen obligasi Indonesia. Dalam 3 hari perdagangan, CDS Indonesia tenor 5-tahun menurun sebesar –20,01bps wow. Selain faktor Rupiah yang menguat hingga 150,0poin ke level Rp14.710/US$, alasan penurunan tersebut juga dipicu oleh faktor global seperti kabar penemuan vaksin Covid-19 oleh Moderna Inc., serta rencana pelonggaran lockdown di Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Dirilisnya kinerja neraca transaksi berjalan Indonesia Q1-2020 pada hari terakhir perdagangan pekan ini yang terpantau membaik yakni defisit 1,4% dari PDB (dari 2,8% dari PDB di Q4-2019) semakin menambah amunisi bagi pasar obligasi Indonesia.

 

Weekly Report, 18 - 20 Mei 2020

Pekan ini, transaksi SBN didominasi oleh Bank Indonesia dan institusi perbankan

Transaksi di pasar SBN pekan ini diduga lebih didominasi oleh transaksi Repo. Tercermin dari data DJPPR, yang mana dalam 2 hari ini (18-19 Mei) institusi perbankan membukukan net buy sebesar Rp17,26tn sementara Bank Indonesia mencatat net sell sebesar Rp19,71tn. Adapun investor institusi domestik lain yang terdiri dari Reksadana, Asuransi, dan Dana Pensiun secara gabungan mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp52,90miliar. Untuk investor asing, pekan ini mencatat nilai beli bersih sebesar Rp615miliar. 

Outlook dan sentimen pasar pekan keempat Mei 2020

Pada pekan keempat Mei, pasar obligasi domestik berpeluang untuk melanjutkan penguatan seiring dengan meningkatnya ekspektasi kembali berjalannya ekonomi global. Hal ini sejalan dengan rencana negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang yang perlahan-lahan akan melonggarkan kebijakan pembatasan akitivtas ekonomi. Tren penguatan Rupiah terhadap USD dan mulai masuknya asing ke pasar SBN juga akan menjadi katalis penguatan pasar.

Pola bullish warnai seluruh kurva yield obligasi domestik

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berlanjut berpola bullish dan mencatat penurunan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) sebesar —13,58bps wow. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar yakni –17,86bps wow. Kurva yield PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut berpola bullish dengan penurunan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor panjang (>7tahun) yakni —18,83bps wow.

Harga rally, indeks total return sukuk negara kembali mencatat penguatan

Pekan ini, performa pasar sukuk negara juga berlanjut positif. Mayoritas harga seri-seri sukuk negara menguat dan mencatat kenaikan rata-rata sebesar +78,35bps wow. Dengan demikian, Indonesia Government Sukuk Index-Total  Return (IGSIX-TR) pekan ini ditutup di level 251,4823 atau naik +0,78%wow dari penutupan akhir pekan lalu. Secara tahun berjalan, instrumen sukuk negara mencatat positive return sebesar +1,51%ytd.  

Volume transaksi harian SUN meningkat, seri tenor pendek catat kenaikan terbesar

Pekan ini, rata-rata volume perdagangan harian naik sebesar +34,25%wow dari Rp14,17tn/hari menjadi Rp19,02tn/hari. Sedangkan rata-rata frekuensi perdagangan harian turun sebesar —8,70%wow dari 1.085 transaksi/hari menjadi 992 transaksi/hari. Peningkatan volume tersebut terpicu oleh volume transaksi harian SUN yang meningkat +37,27%wow dari Rp13,10tn/hari menjadi Rp17,98tn/hari. Seri-seri SUN tenor pendek paling solid ditransaksikan dengan mencatat rata-rata volume harian terbesar yakni Rp8,07tn/hari (naik +131,66%wow).

Oversubscribed 2,69 kali, Pemerintah serap dana lelang SBSN Rp9,50tn

Pekan ini, Pemerintah kembali melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp7,00tn. Total penawaran masuk pada lelang SBSN terpantau melebihi lelang sukuk sebelumnya yakni oversubscribed 2,69 kali atau senilai Rp18,85tn. Pemerintah memenangkan 5 seri dari 6 seri yang di lelang dengan total dana diserap melebihi target indikatif yakni sebesar Rp9,50tn

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer