Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
280.7354
Previous Change Change (%)
279.0603
1.6751
0.60
Jakarta, 3 Juni 2020
| Juni 2020 ||Matured | SPN03200604 (04-Jun-20), ISAT01CCN2 (04-Jun-20), SIISAT01CCN2 (04-Jun-20), BDMN01ACN1 (04-Jun-20), TBIG03CN3 (04-Jun-20), TUFI03ACN2 (06-Jun-20), AGII01ACN1 (06-Jun-20), SIAGII01ACN1 (06-Jun-20), SANF03ACN1 (08-Jun-20), WOMF03ACN2 (09-Jun-20), BBTN14 (11-Jun-20), MEDC02BCN5 (14-Jun-20), BMRI01DCN2 (15-Jun-20), SPN12200619 (19-Jun-20), SMFP04BCN1 (20-Jun-20), TELE01BCN3 (22-Jun-20), BVIC03SB (27-Jun-20), PTHK01C (28-Jun-20), ADMF03BCN1 (30-Jun-20).   || IBPA Benchmark Rates (2/6/2020) :FR0080 (15.04 Yr) - Yield 7.6857% Price 98.3567% --  FR0081 (5.04 Yr) - Yield 6.5701% Price 99.7000% --  FR0082 (10.29 Yr) - Yield 7.1019% Price 99.2500% --  FR0083 (19.88 Yr) - Yield 7.6592% Price 98.3750% --  

Pasar Obligasi Domestik Rebound, Terdorong Net Transaksi Beli Bank Indonesia

Indeks return komposit mingguan berhasil menguat

 

Indeks return pasar obligasi mencatatkan penguatan pada pekan kedua Mei. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat sebesar +1,46%wow ke level 273,5213. Penguatan ICBI didorong oleh INDOBeXG-Total Return yang naik sebesar +1,53%wow ke level 267,6234. Sedangkan kinerja INDOBeXC-Total Return dapat menguat sebesar +0,88%wow ke level 304,9107. Secara tahun berjalan ketiga indeks didominasi negative return yakni masing-masing —0,35%ytd (ICBI), —0,59%ytd (INDOBeXG-TR), sedangkan INDOBeXC-TR sanggup menguat sebesar +1,72%ytd.  Pasar obligasi domestik sanggup mencatatkan kenaikan indeks return atau penurunan imbal hasil ditengah masih tingginya sentimen perlambatan ekonomi. Kondisi ini tampak didorong oleh langkah stabilisasi pasar SBN oleh Bank Indonesia yang dalam sepekan mencatatkan net transaksi beli SBN sebesar Rp24,86 triliun. Sejalan dengan itu, nilai tukar Rupiah terhadap USD tercatat menguat sebesar +0,40%wow ke level Rp14.860/US$. Meskipun demikian pasar masih dibayangi oleh sentimen negatif yakni memanasnya tensi AS-China dan defisit neraca perdagangan Indonesia.

 

Weekly Report, 11 - 15 Mei 2020

Bank Indonesia catatkan net buy SBN terbesar dalam sepekan

Penguatan kinerja pasar obligasi domestik pekan ini sejalan dengan dominasi transaksi beli oleh pelaku pasar dalam negeri. Bank Indonesia tampak melakukan net transaksi beli SBN terbesar yakni hingga Rp24,86tn. Transaksi ini diperkirakan juga sebagai masuknya BI ke pasar primer SBN guna menyerap pandemic bond pemerintah. Sementara investor institusi domestik yang terdiri dari Reksadana, Asuransi, dan Dana Pensiun secara gabungan mencatatkan net transaksi beli sebesar Rp1,25tn. Hanya Bank lokal yang mencatatkan net transaksi jual yakni sebesar Rp4,69tn. 

Kurva yield obligasi domestik berpola bullish

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bullish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) mengalami penurunan sebesar —15,36bps wow. Penurunan rata-rata yield secara berturut-turut dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) sebesar —31,80bps wow, tenor pendek (<5tahun) sebesar —21,75bps wow dan kelompok tenor panjang (>7tahun) yakni sebesar —12,11bps wow. Kurva yield PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-10tahun) menurun sebesar —26,17bps wow. Penurunan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor menengah  (5-7tahun) yakni sebesar —31,80bps wow. Adapun rata-rata yield kelompok tenor   pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) mengalami penurunan rata-rata yield masing-masing sebesar —21,69bps wow dan —26,53bps wow. Sementara jika dilihat            berdasarkan kelompok rating, masing-masing kelompok mengalami penurunan rata-rata yield sbb: AAA (—26,18bps wow), AA (—26,10bps wow), A (—26,23bps wow), dan BBB (—26,19bps wow).

Aktivitas transaksi pasar sekunder menurun, FR0083 teraktif

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami penurunan. Rata-rata volume perdagangan harian turun sebesar —11,54%wow dari Rp16,02tn/hari menjadi Rp14,17tn/hari. Sedangkan rata-rata frekuensi perdagangan harian turun sebesar  —2,34%wow dari 1.111 transaksi/hari menjadi 1.085 transaksi/hari. Aktivitas transaksi SUN mengalami penurunan rata-rata volume perdagangan harian sebesar —12,55%wow dari Rp14,98tn/hari menjadi Rp13,10tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian SUN menurun sebesar —3,26%wow dari 1.001 transaksi/hari menjadi 969 transaksi/hari.

Lelang SBN catatkan peningkatan oversubscribed

Pemerintah telah melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) dengan target indikatif sebesar Rp20,00tn. Pemerintah melelang 7 seri reopening yakni SPN12200814 (TTM 0,26tahun); SPN12210429 (0,96tahun); FR0081 (5,10tahun); FR0082 (10,35tahun); FR0080 (15,10tahun), FR0083 (19,94tahun), dan FR0076 (28,03tahun). Total penawaran masuk pada lelang SBN pekan ini meningkat dibanding pelaksanaan lelang SBN sebelumnya yakni sebesar Rp73,75tn (oversubscribed 3,69 kali). Seri FR0082 dan FR0081 menjadi seri-seri yang paling disasar peserta lelang dengan total penawaran masuk masing-masing sebesar Rp30,41tn (41,24% dari total penawaran masuk) dan Rp29,80tn (40,41%)

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer