Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
295.1119
Previous Change Change (%)
294.8173
0.2945
0.10
Jakarta, 14 Agustus 2020
Due to Independence Day of The Republic of Indonesia, PHEI will be closed on 17 August 2020. PHEI will resume its operational activities on 18 August 2020. During the holiday, PHEI website, BIPS and TheNewBIPS will remain accessible. || Sehubungan dengan libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, PHEI tidak beroperasi pada tanggal 17 Agustus 2020. PHEI akan kembali beroperasi pada tanggal 18 Agustus 2020. Selama libur, website PHEI, BIPS dan TheNewBIPS tetap dapat diakses. ||| Agustus 2020 ||Matured | SIRNIP01 (02-Aug-20), ISAT03ACN2 (03-Aug-20), SIISAT03ACN2 (03-Aug-20), SPN-S 12082020 (12-Aug-20), SMMF01ACN3 (12-Aug-20), SPN12200814 (14-Aug-20), BEXI03ACN5 (15-Aug-20), ADMF04BCN3 (16-Aug-20), NISP02CCN2 (22-Aug-20), WOMF02BCN2 (22-Aug-20), BNGA02BCN2 (23-Aug-20), BBRI02ACN3 (24-Aug-20), ADMF03CCN2 (25-Aug-20), SMBNGA01ACN2 (31-Aug-20).   || IBPA Benchmark Rates (14/8/2020) :FR0080 (14.84 Yr) - Yield 7.2210% Price 102.5000% --  FR0081 (4.84 Yr) - Yield 5.7659% Price 103.0500% --  FR0082 (10.09 Yr) - Yield 6.7397% Price 101.8750% --  FR0083 (19.68 Yr) - Yield 7.3505% Price 101.5273% --  
  
Minimize

 Stimulus Ekonomi Redam Tekanan Pada Pasar Obligasi Indonesia 

Indeks return obligasi domestik bervariatif  

Indikator return pasar obligasi Indonesia secara komposit yakni Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat tipis sebesar +0,22%wow ke level 268,1881. Kenaikan tipis juga dicatatkan kinerja INDOBeXG-Total Return yakni sebesar +0,30%wow ke level 262,4032. Namun demikian kinerja INDOBeXC-Total Return terpantau turun sebesar –0,44%wow ke level 298,9574. Secara tahun berjalan, ketiga indeks tersebut mencatat negative return masing-masing sebesar: ICBI –2,29%ytd; INDOBeXG-TR –2,53%ytd; dan INDOBeXC-TR –0,27%ytd.  Ditengah bayang-bayang sentimen negatif pandemic Covid-19, penguatan terbatas pasar obligasi domestik diperkirakan lebih dipicu oleh respon positif pasar terhadap munculnya beragam stimulus dari berbagai negara untuk menanggulangi dampak ke perekonomian. Tercermin dari grafik dibawah dimana pasar bergerak rebound pada = 2 hari perdagangan terakhir setelah Senat AS menyetujui RUU stimulus berupa bantuan tunai sebesar US$ 2,2tn atau yang terbesar sepanjang sejarah. Dari domestik, langkah stabilisasi pasar oleh BI dan rencana pemerintah untuk mengeluarkan stimulus jilid III dalam waktu dekat turut meredam tekanan di pasar.

 

Asing outflow Rp27,67tn, BI net buy Rp58,57tn   

Kecemasan pelaku pasar terhadap penyebaran Covid-19 yang belum berhenti masih membuat investor asing melakukan aksi jual di pasar SBN. Dalam sepekan (data per 27 Maret), dana asing yang keluar dari pasar SBN sebesar Rp27,67tn atau outflow Rp116,54tn sejak Covid-19 masuk ke Indonesia akhir Februari. Namun ditengah derasnya dana asing yang keluar dari pasar SBN, Bank Indonesia juga berperan aktif guna stabilisasi pasar dan nilai tukar dengan melakukan pembelian SBN tradable sebesar Rp58,57tn dalam sepekan atau mencapai Rp141,52tn dalam sebulan terakhir.  

Weekly Report, 23 - 27 Maret 2020

Outlook dan sentimen pasar pekan pertama April 2020

Pada pekan pertama April, pasar obligasi berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Wabah Covid-19 dan ancaman resesi global masih menjadi concern utama terlebih ketika di Indonesia juga sudah memunculkan wacana karantina wilayah guna mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meluas. Namun berbagai stimulus dan kebijakan yang terus diluncurkan oleh bank sentral dan pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia seperti langkah stabilisasi oleh Bank Indonesia di pasar SBN diharapkan mampu meredam kepanikan pasar sehingga menahan laju penurunan yang semakin dalam

  

Yield obligasi domestik berpola bearish

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish. Rata-rata kenaikan yield terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) hingga +18,03bps wow. Kenaikan rata-rata yield disusul kemudian oleh kelompok tenor pendek (<5tahun) dan tenor panjang (>7tahun) masing-masing sebesar +12,50bps wow dan +4,80bps wow. Pola yang sama juga terjadi pada imbal hasil obligasi korporasi.

 

Harga seri-seri sukuk turun, performa mingguan indeks return sukuk negara negatif

Penurunan harga melanda mayoritas seri sukuk negara pekan ini dengan rata-rata sebesar –53,72bps wow. Dari 25 seri yang beredar hanya 4 seri yang mencatatkan penguatan, sementara selebihnya melemah pada kisaran –8,62bps wow hingga  –352,71bps wow. Rata-rata harga kelompok seri IFR turun paling besar yakni –60,19bps wow. Sementara rata-rata harga seri PBS dan SR masing-masing turun sebesar –57,02bps wow dan –11,05bps wow. Oleh karenanya, Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini ditutup melemah –0,38%wow ke level 245,8677.

 

Aktivitas perdagangan turun dipicu transaksi obligasi negara

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami penurunan. Rata-rata volume perdagangan harian turun sebesar –34,53%wow menjadi Rp23,93tn/hari dari Rp36,56tn/hari. Sementara itu rata-rata frekuensi perdagangan harian turun sebesar    –11,65%wow menjadi 1.151 transaksi/hari dari 1.303 transaksi/hari.

 

Penawaran masuk turun, penyerapan dana lelang dibawah target

Pekan ini Pemerintah kembali melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp7,00tn. Pemerintah melelang 5 seri    (4,56 tahun), PBS004 (16,91 tahun) dan PBS005 (23,07 tahun).

 

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer