Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
293.2426
Previous Change Change (%)
292.7870
0.4556
0.16
Jakarta, 7 Agustus 2020
| Agustus 2020 ||Matured | SIRNIP01 (02-Aug-20), ISAT03ACN2 (03-Aug-20), SIISAT03ACN2 (03-Aug-20), SPN-S 12082020 (12-Aug-20), SMMF01ACN3 (12-Aug-20), SPN12200814 (14-Aug-20), BEXI03ACN5 (15-Aug-20), ADMF04BCN3 (16-Aug-20), NISP02CCN2 (22-Aug-20), WOMF02BCN2 (22-Aug-20), BNGA02BCN2 (23-Aug-20), BBRI02ACN3 (24-Aug-20), ADMF03CCN2 (25-Aug-20), SMBNGA01ACN2 (31-Aug-20).   || IBPA Benchmark Rates (6/8/2020) :FR0080 (14.87 Yr) - Yield 7.2267% Price 102.4516% --  FR0081 (4.86 Yr) - Yield 5.8393% Price 102.7502% --  FR0082 (10.12 Yr) - Yield 6.7626% Price 101.7083% --  FR0083 (19.70 Yr) - Yield 7.3771% Price 101.2500% --  

Kasus Virus Covid-19 Meluas, Performa Pasar Obligasi Domestik Negatif 

Pekan terakhir Februari, kinerja ICBI turun –1,47%wow  

Pasar obligasi dalam negeri menunjukkan performa negatif di pekan terakhir bulan Februari. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah sebesar –1,47%wow ke level 281,3161 terpicu oleh kinerja INDOBeXG-Total Return yang menurun hingga–1,59%wow. Secara tahun berjalan, return ICBI juga langsung bergerak turun menjadi sebesar +2,49%ytd dari sebelumnya +4,02%ytd.  Indeks harga bersih obligasi negara berada dalam tren menurun sejalan dengan kenaikan persepsi risiko di global. Penyebaran kasus virus covid-19 yang semakin meluas diprediksi memicu kepanikan pasar dan mendorong investor banyak mengambil posisi jual. CDS Indonesia tenor 5-tahun sebagai salah satu indikator ekspektasi risiko instrumen obligasi Indonesia di global terpantau naik hingga +34,53bps wow.

 

Asing net sell Rp19,36tn, Rupiah tembus ke level Rp14.318/US$   

Pasar obligasi semakin tertekan ketika Rupiah juga berada dalam tren terdepresiasi. Pekan ini, pelemahan Rupiah di pasar spot mencapai 558,0poin ke level Rp14.318/US$. Level tersebut sekaligus merupakan yang terendah sejak 14 Agustus 2019. Salah satu faktor penyebab melemahnya Rupiah pekan ini diprediksi karena keluarnya asing dari pasar SBN. Per 27 Februari, asing terpantau telah membukukan nilai jual bersih hingga Rp19,36bps.

Weekly Report, 24 - 28 Februari 2020

Outlook dan sentimen pasar pekan pertama Maret 2020

Pada pekan pertama Maret pasar obligasi masih berpotensi bergerak negatif seiring dengan meluasnya wabah virus Covid-19 terlebih lagi Indonesia telah mengkonfirmasi 2 kasus virus Covid-19. Indikator-indikator ekonomi makro global diperkirakan tertahan dikarenakan perlambatan ekonomi sejak merebaknya wabah Covid-19. Aktivitas pasar diperkirakan menurun akibat belum kondusifnya kondisi pasar keuangan global

  

Yield obligasi Indonesia tertekan naik pada seluruh tenor

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish. Rata-rata kenaikan yield terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) hingga +30,07bps wow. Sejalan dengan obligasi pemerintah, kurva yield PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut berpola bearish. Rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik paling besar mencapai +37,08bps wow.

 

Dilanda penurunan harga, return tahun berjalan sukuk negara turun menjadi +2,59%ytd

 

Koreksi harga melanda hampir di seluruh seri sukuk negara pekan ini. Dari 28 seri yang beredar hanya 1 seri yang mencatatkan penguatan, sementara selebihnya melemah pada kisaran–3,85bps wow hingga –310,98bps wow. Oleh karenanya, Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini ditutup melemah –0,93%wow ke level 254,1700 dan menggerus positive return secara tahun berjalan dari sebesar +3,56%ytd menjadi sebesar +2,59%ytd.

 

Volume transaksi harian SUN meningkat pada seluruh kelompok tenor

 

Rata-rata volume perdagangan harian obligasi di pasar sekunder naik sebesar +20,47%wow menjadi Rp30,73tn/hari. Peningkatan volume tersebut sejalan dengan volume transaksi SUN harian yang berada dalam tren meningkat. Rata-rata volume transaksi SUN harian naik +21,12%wow menjadi sebesar Rp29,18tn/hari dengan kenaikan terbesar dialami kelompok tenor pendek yakni +35,36%wow.

 

Oversubscribed 8,65 kali, Pemerintah serap dana lelang SBSN Rp7,00tn

 

Pekan ini Pemerintah kembali melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp7,00tn. Total penawaran masuk pada lelang kali ini oversubscribed 8,65 kali atau senilai Rp60,55tn. Penawaran masuk lelang kali ini masih tergolong semarak karena lebih tinggi daripada rata-rata penawaran masuk lelang sukuk tahun 2020 yang sebesar Rp58,54tn. Pemerintah memenangkan seluruh seri yang dilelang dengan total dana yang diserap sesuai dengan target indikatif yakni sebesar Rp7,00tn.

 

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer