Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
266.8140
Previous Change Change (%)
267.9741
1.1601
0.43
Jakarta, 3 April 2020
| April 2020 ||Matured | BBIA01C (01-Apr-20), SPN-S 02042020 (02-Apr-20), SMFP04ACN8 (02-Apr-20), WOMF02BCN4 (06-Apr-20), BNII02ACN4 (07-Apr-20), SPN12200410 (10-Apr-20), BBRI02BCN2 (11-Apr-20), SMMF01ACN2 (20-Apr-20), TBIG02CN2 (21-Apr-20), SPN03200422 (22-Apr-20), FIFA03BCN1 (26-Apr-20), ADMF04ACN5 (26-Apr-20), SMADMF03ACN4 (26-Apr-20), SIEXCL01BCN2 (28-Apr-20).   || IBPA Benchmark Rates (2/4/2020) :FR0080 (15.21 Yr) - Yield 8.2104% Price 93.8753% --  FR0081 (5.21 Yr) - Yield 7.3548% Price 96.3453% --  FR0082 (10.46 Yr) - Yield 8.0756% Price 92.4976% --  FR0083 (20.05 Yr) - Yield 8.3860% Price 91.4667% --  

Ditulis Oleh : Maizal Walfajri, Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun. Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja menyatakan penerbitan obligasi itu akan menyesuaikan dengan kondisi pasar modal Indonesia.

“Rencananya, secepatnya kita lakukan (penerbitan obligasi) pada semester satu 2020. Walaupun pasar masih seperti sekarang. Angkanya sekitar Rp 1 triliun. Kita harapkan segera pulih. Rencananya ada tiga seri tenor 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun,” ujar Zacharia di Jakarta pada Kamis (13/3).

Baca Juga: Tangkal dampak virus corona, OJK bakal beri stimulus kredit UMKM

Ia menyebut penerbitan obligasi akan itu bakal menopang bisnis pembiayaan emiten multifinance bersandi saham WOMF. Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar menargetkan pembiayaan tahun ini mencapai Rp 6,5 triliun. Nilai itu 13,5% year on year (yoy) dari realisasi pembiayaan di Rp 5,8 triliun pada 2019.

Selain dari obligasi, Zacharia menyatakan sumber pendanaan juga berasal dari pinjaman bank. Ia menyatakan strategi pemenuhan kebutuhan pendanaan akan berimbang antara pinjaman bank dan penerbitan obligasi.

Guna mencapai target pembiayaan, Zacharia menyatakan sudah menyiapkan strategi dalam mencapai pertumbuhan tersebut. Mulai dari perbaikan proses bisnis hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia WOM Finance.

Baca Juga: Smart Finance dapat kucuran kredit Rp 225 miliar dari dua bank

“Kita akan tingkatkan untuk repeat order untuk produk multiguna baik untuk pembiayaan motor maupun mobil. Kita akan fokus untuk pembiayaan motor baru. Dari sisi teknologi kita akan meningkatkan aplikasi-aplikasi untuk mempercepat proses yang ada, terlebih lagi untuk memonitor semua order yang ada,” jelas Zacharia.

Ia menyebut, walaupun bisnis akan melaju kencang, emiten multifinance dengan sandi saham WOMF ini akan mempertahankan kualitas pembiayaan. Ia berharap bisa menjaga non performing financing (NPF) di level 2%.

“Dari sisi SDM, kita sudah memiliki learning center dan kita merencanakan untuk membuka learning center yang lain di beberapa wilayah yang ada. Kita berharap adanya peningkatan kompetensi dari masing-masing karyawan dan itu bisa memberikan dampak yang lebih baik lagi untuk produktifitas,” tutur Zacharia.

Baca Juga: Investor asal Korea Selatan dan Singapura siap ramaikan bisnis multifinance

Asal tahu saja, realisasi pembiayaan pada 2019 senilai Rp 5,8 triliun. Nilai itu turun 15,94% yoy dari realisasi pembiayaan di 2018 senilai Rp 6,9 triliun.

Namun WOMF mencatatkan laba bersih senilai Rp 260 miliar di 2019. Nilai itu meningkat 21% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp215 miliar.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer