Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
284.9626
Previous Change Change (%)
285.1231
0.1605
0.06
Jakarta, 26 Februari 2020
| Februari 20 ||Matured | ADMF04ACN4 (03-Feb-20), SMADMF03ACN3 (03-Feb-20), ADMF04ACN4 (03-Feb-20), SPN03200206 (06-Feb-20), SPN-S 07022020 (07-Feb-20), SPN12200213 (13-Feb-20), TAFS02BCN2 (14-Feb-20), EXCL01ACN2 (18-Feb-20), SIEXCL02ACN2 (18-Feb-20), TELE02CN1 (18-Feb-20), SPN03200220 (20-Feb-20), WSKT02ACN3 (21-Feb-20), SMFP04ACN7 (22-Feb-20), BEXI03BCN4 (23-Feb-20), ASDF04ACN2 (23-Feb-20).   || IBPA Benchmark Rates (25/2/2020) :FR0080 (15.31 Yr) - Yield 7.0207% Price 104.4368% --  FR0081 (5.31 Yr) - Yield 5.6420% Price 103.8750% --  FR0082 (10.56 Yr) - Yield 6.5156% Price 103.6500% --  FR0083 (20.15 Yr) - Yield 7.2742% Price 102.3548% --  

Investor Institusi Lokal Dominasi Aksi Beli SBN, Performa Pasar Obligasi Positif 

Seluruh indeks return obligasi domestik tunjukkan performa positif  

Pasar obligasi dalam negeri menunjukkan performa positif di pekan pertama bulan Februari. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat sebesar +0,60%wow ke level 282,8522. INDOBeXG-Total Return bahkan menguat lebih tinggi sebesar +0,65%wow ke level 277,7595. Sementara kinerja INDOBeXC-Total Return menguat sebesar +0,27%wow ke level 306,0282. Performa positif pasar pekan ini disebabkan oleh aksi akumulasi beli yang dilakukan institusi perbankan. Sepanjang pekan ini (3-6 Februari), institusi perbankan membukukan nilai beli bersih hingga Rp32,57tn. Sementara itu asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar 11,54tn. Pekan ini, akumulasi beli juga dicatatkan institusi asuransi dan dana pensiun dengan akumulasi nilai masing-masing sebesar sebesar Rp1,71tn dan Rp964miliar. Sedangkan institusi reksadana membukukan net sell sebesar Rp407miliar.

 

Sentimen yang membayangi pasar obligasi pekan pertama Februari 2020  

 

Dari segi sentimen, pasar cenderung dibayangi oleh situasi yang belum kondusif baik dari dalam maupun luar negeri terutama penyebaran virus corona yang semakin meluas dan dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global. Meski demikian, rencana Pemerintah China memangkas tarif produk impor AS merupakan sentimen positif bagi pasar. Dari dalam negeri, BPS telah merilis GDP Indonesia tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,02%yoy yang meskipun lebih rendah dari tahun 2018 yang sebesar 5,17%yoy namun tidak jauh dari konsensus yakni 5,03%yoy.

Weekly Report, 03 - 07 Februari 2020

Outlook dan sentimen pasar pekan kedua Februari 2020

Pasar obligasi Indonesia pada pekan kedua Februari diperkirakan bergerak sideways seiring dengan belum adanya sentimen lanjutan yang dapat menggerakan pasar. Katalis positif diprediksi masih didorong oleh pemerintah China yang akan memangkas tarif impor produk-produk AS. Selain itu penyempitan defisit neraca transaksi berjalan tahun penuh 2019 sebesar 2,72%PDB dari 2,94%PDB pada tahun 2018 dapat menjadi amunisi tambahan bagi performa pasar

  

Penurunan yield warnai seluruh tenor kurva yield obligasi domestik

Pekan ini, kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) menunjukkan pola bullish. Rata-rata penurunan yield terbesar dialami tenor panjang (>7tahun) yakni —6,56bps wow. Sejalan dengan obligasi pemerintah, kurva yield PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut berpola bullish. Tenor panjang (>7tahun) juga mencatatkan penurunan rata-rata yield terbesar yakni —5,09bps wow. 

  

Harga sukuk negara dominan menguat ditengah menurunnya aktivitas perdagangan di pasar sekunder

Harga seri-seri sukuk negara didominasi penguatan dengan rata-rata pada seluruh seri naik sebesar +31,72bps wow. Dari 28 seri yang beredar, hanya 4 seri yang terkoreksi sementara 24 seri lainnya bergerak menguat. Harga seri-seri PBS menguat paling besar dengan kenaikan rata-rata sebesar +35,27bps wow.  Aktivitas perdagangan sukuk negara terpantau sepi. Rata-rata volume perdagangan harian tercatat sebesar Rp1,50tn/hari (-33,36%wow) dengan frekuensi harian sebanyak 86 transaksi/hari (-14,96%wow). Kelompok seri PBS mendominasi volume transaksi perdagangan sukuk dengan total volume mencapai Rp6,97tn atau mencakup 92,68% dari total volume perdagangan sukuk.

 

Volume transaksi harian SUN di pasar sekunder menurun

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami penurunan dari segi volume. Rata-rata volume perdagangan harian turun sebesar —22,66%wow menjadi Rp19,01tn/hari dari Rp24,58tn/hari. Sementara itu rata-rata frekuensi perdagangan harian meningkat sebesar +10,50%wow dari 1.160 transaksi/hari menjadi 1.282 transaksi/hari.  Penurunan volume transaksi sejalan dengan volume transaksi SUN harian yang berada dalam tren menurun. Rata-rata volume transaksi SUN harian turun –24,87%wow menjadi sebesar Rp17,72tn/hari dengan penurunan terbesar dialami seri-seri tenor panjang yakni —30,10%wow.

 

Lelang SBN berlanjut semarak, oversubscribed capai 6,46 kali

Pemerintah kembali sukses dalam pelaksanaan lelang SBN kali ini tercermin dari kelebihan total penawaran masuk (oversubscribed) yang terus meningkat yakni sebesar 6,46 kali atau senilai Rp96,90tn. Pemerintah memenangkan seluruh seri yang dilelang dengan total dana penyerapan sebesar Rp21,00tn. FR0082 dan FR0081 tercatat sebagai seri yang dimenangkan pemerintah dengan 2 total nominal terbesar yakni Rp6,50tn (30,95%) dan Rp4,75tn (22,62%).

 

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer