Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
284.4861
Previous Change Change (%)
284.9626
0.4766
0.17
Jakarta, 26 Februari 2020
| Februari 20 ||Matured | ADMF04ACN4 (03-Feb-20), SMADMF03ACN3 (03-Feb-20), ADMF04ACN4 (03-Feb-20), SPN03200206 (06-Feb-20), SPN-S 07022020 (07-Feb-20), SPN12200213 (13-Feb-20), TAFS02BCN2 (14-Feb-20), EXCL01ACN2 (18-Feb-20), SIEXCL02ACN2 (18-Feb-20), TELE02CN1 (18-Feb-20), SPN03200220 (20-Feb-20), WSKT02ACN3 (21-Feb-20), SMFP04ACN7 (22-Feb-20), BEXI03BCN4 (23-Feb-20), ASDF04ACN2 (23-Feb-20).   || IBPA Benchmark Rates (26/2/2020) :FR0081 (5.30 Yr) - Yield 5.6869% Price 103.6653% --  FR0082 (10.56 Yr) - Yield 6.6044% Price 102.9669% --  FR0083 (20.15 Yr) - Yield 7.3094% Price 101.9799% --  FR0080 (15.31 Yr) - Yield 7.1075% Price 103.6100% --  

 Meluasnya Penyebaran Virus Corona Baru, Pasar Obligasi Mencatatkan  Kinerja Negatif

Indeks return komposit mingguan catatkan kinerja negatif mingguan  

Indeks return pasar obligasi mencatatkan kinerja negatif pada pekan kelima Januari. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun sebesar —0,19%wow ke level 281,1546. Penurunan ICBI lebih didorong oleh INDOBeXG-Total Return yang melemah sebesar —0,22%wow ke level 275,9794. Sedangkan kinerja INDOBeXC-Total Return dapat menguat sebesar +0,02%wow ke level 305,1984. Secara tahun berjalan ketiga indeks masih mencatatkan positive return yakni masing-masing +2,43%ytd (ICBI), +2,51%ytd (INDOBeXG-TR) dan +1,81%ytd (INDOBeXC-TR). Pasar obligasi bergerak negatif minggu ini yang disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran akan wabah Virus Corona Baru yang semakin menyebar. Pekan ini juga World Health Organization (WHO) telah memberlakukan status darurat global (Global Health Emergency). Pekan ini pasar juga dibayangi dengan deadline resminya Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari 2020. Sentimen lain yakni The Fed menyelenggarakan rapat FOMC yang mempertahankan FFR di kisaran level 1,50% — 1,75%. Pekan ini Rupiah terhadap USD turut melemah sebesar —0,53%wow ke level Rp13.655/US$ dari Rp13.583/US$ (kurs spot Bloomberg).

Weekly Report, 27 - 31 Januari 2020

Kurva yield obligasi domestik bearish, tenor menengah naik tertinggi

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) mengalami kenaikan sebesar +3,30bps wow. Kenaikan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) yakni +5,69bps wow. Kenaikan rata-rata yield disusul kemudian oleh tenor panjang (>7tahun) dan tenor pendek (<5tahun) yakni masing-masing sebesar +3,06bps wow dan +2,87bps wow

  

Kinerja indeks harga sukuk negara menurun, frekuensi perdagangan SR010 tertinggi

Kinerja sukuk negara pekan ini didominasi kenaikan harga yang tercermin dari Indonesia Government Sukuk Index-Clean Price (IGSIX-CP) yang mencatatkan penurunan sebesar —0,1135poin wow ke level 110,0786 dari level 110,1920 pada penutupan akhir pekan sebelumnya. Penurunan indeks harga tersebut didorong oleh harga-harga sukuk negara yang mayoritas melemah. Rata-rata harga untuk seluruh seri turun sebesar —14,19bps wow. Kelompok seri IFR mencatatkan penurunan rata-rata harga terbesar yakni —20,98bps wow. Sementara rata-rata harga untuk kelompok seri IFR menurun sebesar —16,71bps wow. Adapun rata-rata harga kelompok seri SR sanggup menguat yakni sebesar +12,48bps wow. 

  

Frekuensi transaksi pasar sekunder obligasi menurun

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami peningkatan dari segi volumenya yakni dengan rata-rata volume perdagangan harian naik sebesar +6,89%wow dari Rp23,00tn/hari menjadi Rp24,58tn/hari. Sedangkan rata-rata frekuensi perdagangan harian menurun sebesar —22,01%wow dari 1.488 transaksi/hari menjadi 1.160 transaksi/hari. Aktivitas transaksi SUN mengalami kenaikan rata-rata volume perdagangan harian yakni sebesar +8,27%wow dari Rp21,78tn/hari menjadi Rp23,58tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian SUN menurun sebesar —24,41%wow dari 1.349 transaksi/hari menjadi 1.019 transaksi/hari

 

Lelang SBSN semarak, penawaran masuk oversubscribed 6,7 kali

Pekan ini, pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp7,00tn. Pemerintah melelang 1 seri SPN-S TTM 0,47-tahun (SPN-S 15072020), serta 4 seri PBS yakni: PBS002 (TTM 1,97tahun); PBS026 (4,72 tahun); PBS005 (23,23 tahun) dan PBS015 (27,48 tahun). Total penawaran masuk pada lelang SBSN pekan ini lebih rendah dari pelaksanaan lelang SBSN sebelumnya meski masih mencatatkan oversubscribed 6,70 kali atau senilai Rp46,91tn. Dua seri sukuk negara dengan tenor 2-tahun kebawah menjadi seri yang paling diminati peserta lelang. Total penawaran masuk pada seri SPN-S dan PBS002 mencapai Rp31,31tn (mencakup 66,74% dari seluruh penawaran masuk).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer