Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
280.5506
Previous Change Change (%)
281.1945
0.6439
0.23
Jakarta, 29 Januari 2020
| Januari 20 ||Matured | BNTT01ACN1 (01-Jan-20), SPN12200106 (06-Jan-20), BEXI02BCN4 (07-Jan-20), SPN-S 10012020 (10-Jan-20), PPLN11B (12-Jan-20), SIKPPLN03B (12-Jan-20), GWSA01CN1 (14-Jan-20), BBIA02CN1 (19-Jan-20), ZINC01B (21-Jan-20), SPN-S 23012020 (23-Jan-20), SPN03200123 (23-Jan-20), SPN12200130 (30-Jan-20).   || IBPA Benchmark Rates (28/1/2020) :FR0080 (15.39 Yr) - Yield 7.1470% Price 103.2500% --  FR0081 (5.38 Yr) - Yield 6.0576% Price 101.9965% --  FR0082 (10.64 Yr) - Yield 6.6959% Price 102.2750% --  FR0083 (20.23 Yr) - Yield 7.3547% Price 101.5000% --  

 

Pasar Antisipasi Risiko Perang Dagang, Pasar Obligasi Bergerak Negatif

Indeks return komposit mingguan catatkan kinerja negatif  

Indeks return pasar obligasi mencatatkan kinerja negatif pada pekan ketiga November. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun sebesar —0,06%wow ke level 272,9721. Penurunan lebih dipicu oleh INDOBeXG-Total Return yang menurun sebesar —0,09%wow ke level 267,8768. Adapun kinerja INDOBeXC-Total Return sanggup menguat sebesar +0,16%wow ke level 296,9649. Secara tahun berjalan ketiga indeks mencatatkan positive return yakni masing-masing +13,31%ytd (ICBI), +13,34%ytd (INDOBeXG-TR) dan +13,05%ytd (INDOBeXC-TR). 

   

Pasar SBN diwarnai transaksi beli, asing catatkan pengurangan SBN 

Sepanjang pekan ini (periode 18 — 21 November), pasar SBN diwarnai transaksi peningkatan kepemilikan SBN. Institusi perbankan lokal mencatatkan peningkatan kepemilikan SBN tertinggi yakni hingga Rp38,72tn. Sementara pengurangan kepemilikan dicatatkan oleh Bank Indonesia yang sebesar Rp18,44tn dan investor non-residen yang sebesar Rp962miliar. Adapun investor institusi lokal secara gabungan (Asuransi, Dana Pensiun, dan Reksadana) mencatatkan peningkatan kepemilikan pada SBN sebesar Rp2,28tn.

Weekly Report, 18 - 22 November 2019

Outlook dan sentimen pasar pekan keempat November 2019

Pasar obligasi berpotensi bergerak sideways. Terbatasnya pergerakan pasar diperkirakan karena sentimen dari global dan domestik banyak dirilis di akhir pekan. Dari global, pasar akan menunggu bagaimana testimoni terbaru Gubernur The Fed dan disertai dengan rilis data ekonomi Amerika seperti inflasi dan penjualan retail. Sementara dari domestik, pasar juga menantikan apakah kinerja ekspor-impor Indonesia bulan Oktober menunjukkan perbaikan. 

  

Kurva yield obligasi bullish, tenor pendek turun paling besar

Pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan tren sideways pada pekan terakhir November. Terbatasnya pergerakan pasar diperkirakan karena masih minimnya sentimen lanjutan baik dari domestik maupun global. Selama sepekan kedepan, fokus pasar diprediksi hanya akan tertuju pada data preliminary GDP AS beserta dengan data ketenagakerjaan AS lainnya. Selain itu, pasar masih akan dibayangi oleh bagaimana perkembangan lanjutan dari hubungan dagang AS-China yang tak kunjung mendapat kepastian. 

  

Kurva yield obligasi domestik bearish, tenor panjang naik paling tinggi

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) mengalami kenaikan sebesar +2,10bps wow. Kenaikan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor panjang (>7tahun) yakni +2,43bps wow. Kenaikan rata-rata yield disusul kemudian oleh tenor menengah (5-7tahun) dan tenor pendek (<5tahun) yakni masing-masing sebesar +1,24bps wow dan +0,80bps wow


Kinerja sukuk negara negatif, volume transaksi sukuk mengalami penurunan

Kinerja sukuk negara pekan ini didominasi penurunan harga yang tercermin dari Indonesia Government Sukuk Index-Clean Price (IGSIX-CP) yang mencatatkan penurunan sebesar —0,1153poin wow ke level 108,5447 dari level 108,6600 pada penutupan akhir pekan sebelumnya. Penurunan indeks didorong oleh harga-haga sukuk negara yang mayoritas melemah. Rata-rata yield untuk seluruh seri menurun sebesar —12,71bps wow. Kelompok seri IFR dan PBS mencatatkan penurunan rata-rata harga masing-masing sebesar —21,00bps wow dan —15,15bps wow. Sedangkan kelompok seri SR mencatatkan penguatan rata-rata harga yakni sebesar +15,41bps wow.  

  

Frekuensi transaksi pasar sekunder obligasi meningkat, FR0076 teraktif

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami peningkatan. Rata-rata volume perdagangan harian meningkat sebesar +19,34%wow dari Rp12,85tn/hari menjadi Rp15,34tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian meningkat sebesar +6,77%wow dari 828 transaksi/hari menjadi 884 transaksi/hari. Aktivitas transaksi SUN mengalami  peningkatan rata-rata volume perdagangan harian yakni sebesar +23,69%wow dari Rp11,37tn/hari menjadi Rp14,07tn/hari. Rata-rata frekuensi perdagangan harian SUN meningkat sebesar +7,61%wow dari 697 transaksi/hari menjadi 750 transaksi/hari.

 

Penawaran masuk lelang SBN menurun

Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) pekan ini dengan target   indikatif minimum sebesar Rp15,00tn. Pemerintah melelang 1 seri SPN new issuance tenor 3-bulan (SPN03200220) serta 6 seri reopening yakni: SPN12200814 (TTM 0,74tahun), FR0081 (5,58 tahun); FR0082 (10,83 tahun), FR0080 (15,58 tahun), FR0083 (20,42 tahun), dan FR0076 (28,51 tahun). Total penawaran masuk pada lelang SBN pekan ini lebih rendah dari pelaksanaan lelang SBN lalu dengan total oversubscribed 2,80 kali atau senilai Rp42,01tn. FR0082 menjadi seri yang paling diminati peserta lelang dengan total penawaran masuk mencapai Rp14,39tn (mencakup 34,25% dari seluruh penawaran yang masuk).

 
To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer