Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
268.3564
Previous Change Change (%)
267.8952
0.4612
0.17
Jakarta, 14 Oktober 2019
| Oktober 19 ||Matured | SPN03191003 (03-Oct-19), SPN-S 03102019 (03-Oct-19), FIFA03ACN4 (05-Oct-19), TUFI03ACN1 (07-Oct-19), BSLT05 (08-Oct-19), SPN12191010 (10-Oct-19), SISMRA01CN2 (10-Oct-19), SMRA01CN2 (10-Oct-19), TELE01BCN2 (14-Oct-19), ORI013 (15-Oct-19), BEXI02CCN3 (16-Oct-19), SPN03191017 (17-Oct-19), ASDF03BCN2 (18-Oct-19), BFIN03BCN1 (25-Oct-19), EXCL01ACN1 (26-Oct-19), SIEXCL02ACN1 (26-Oct-19), TBIG03CN2 (28-Oct-19), SMFP04ACN6 (29-Oct-19), SPN03191031 (31-Oct-19), BNII01SBCN2 (31-Oct-19)   || IBPA Benchmark Rates (14/10/2019) :FR0068 (14.43 Yr) - Yield 7.5955% Price 106.7500% --  FR0077 (4.59 Yr) - Yield 6.5981% Price 105.9500% --  FR0078 (9.59 Yr) - Yield 7.1915% Price 107.2316% --  FR0079 (19.52 Yr) - Yield 7.8086% Price 105.6250% --  

Pasar Obligasi Domestik Sideways Pada Pekan Ketiga September

Indeks return komposit turun tipis 

Indeks return pasar obligasi mencatatkan perubahan tipis secara mingguan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah tipis sebesar –0,04%wow ke level 266,6119. Pelemahan secara terbatas turut dicatatkan oleh INDOBeXG-Total Return yang turun sebesar –0,08%wow ke level 261,6216. Adapun kinerja INDOBeXC-Total Return masih sanggup menguat sebesar +0,25%wow ke level 290,1385.  Sepanjang pekan ini, pasar obligasi Indonesia cenderung bergerak terbatas karena pasar lebih didominasi aksi wait and see terhadap beberapa agenda besar yang dirilis menjelang akhir pekan yakni FOMC Meeting, RDG-BI, dan perkembangan terbaru negosiasi dagang AS-China setaraf wakil Menteri di Washington. Seperti yang diketahui bersama, pasar SBN sempat menguat berkat penurunan FFR yang diikuti pula oleh Bank Indonesia. Namun pada akhir pekan, pasar kembali tertekan akibat antisipasi pasar terhadap perundingan AS-China serta dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Lembaga EOCD.

 

Federal Reserve dan Bank Indonesia kompak turunkan suku bunga acuan

The Fed dan Bank Indonesia menjadi fokus perhatian investor pada pekan ini. Berbagai konsensus memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga acuan dan diprediksi akan diikuti pula oleh penurunan BI 7 day RR. Sejalan dengan konsensus tersebut, The Fed dan BI sama-sama menurunkan suku bunga acuannya masing-masing sebesar 25bps. Bagi The Fed, penurunan ini merupakan yang kedua secara beruntun dan bagi Bank Indonesia menjadi penurunan yang ketiga secara beruntun. Kebijakan dua bank sentral ini menjadi langkah pre-emptive untuk mendorong pertumbuhan ekonomi    dalam negeri ditengah bayang-bayang risiko perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Weekly Report, 16 - 20 September 2019

Outlook dan sentimen pasar pekan keempat September

Pada pekan keempat September, pasar obligasi diprediksi bergerak sideways dengan tren melemah. Kondisi tersebut didorong wait and see arah kebijakan moneter beberapa Bank Sentral utama global seperti The Fed (Amerika), ECB (Eropa), BoE (Inggris), dan BoJ (Jepang). Diketahui, pekan kemarin the Fed dan BI telah menurunkan suku bunga acuannya masing-masing sebesar 25bps. Pasar diprediksi juga masih akan dibayangi isu perang dagang AS-China dan konflik geopolitik Timur Tengah. Semua situasi tersebut pada akhirnya semakin mendorong concern pasar terhadap rilis data ekonomi penting di global salah satunya proyeksi GDP AS Q2-2019.

 

Imbal hasil obligasi domestik dominan naik 

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini cenderung bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) naik sebesar +1,57bps wow. Kenaikan rata-rata yield dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar +2,85bps wow dan +2,69bps wow. Sedangkan hanya rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) yang turun sebesar –5,82bps wow.

 

Mayoritas harga terkoreksi, indeks harga bersih sukuk Negara turun

Kinerja sukuk pekan ini melemah yang tercermin dari penurunan Indonesia Government Sukuk Index-Clean Price (IGSIX-CP) sebesar –0,0861poin wow ke level 107,2794 dari level 107,1934 pada pekan sebelumnya. Penurunan tersebut didorong oleh pergerakan harga seri sukuk negara yang didominasi pelemahan harga dimana dari 27 seri sukuk negara yang beredar di pasar, 20 seri mencatatkan koreksi harga pada rentang –2,30bps wow hingga –38,93bps wow. Kelompok seri IFR mencatatkan penurunan harga terbesar dengan rata-rata –15,95bps wow.

 

Aktivitas perdagangan di pasar sekunder turun

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami penurunan. Rata-rata volume perdagangan harian turun sebesar –21,43%wow dari Rp17,48tn/hari menjadi Rp13,74tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian turun sebesar  –1,49%wow dari 845 transaksi/hari menjadi 833 transaksi/hari.

 

Lelang catat oversubscribed 4,15 kali, tenor pendek paling diminati

 

Pemerintah pekan ini melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp7,00tn. Pemerintah melelang 6 seri reopening yakni SPN-S 04032020 (TTM 0,46tahun); PBS014 (1,66tahun); PBS019 (4,00 tahun); PBS021 (7,17tahun); PBS022 (14,59tahun); dan PBS005 (23,59tahun).

 

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer