Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
273.1265
Previous Change Change (%)
272.8729
0.2536
0.09
Jakarta, 17 November 2019
| Oktober 19 ||Matured | SPN03191003 (03-Oct-19), SPN-S 03102019 (03-Oct-19), FIFA03ACN4 (05-Oct-19), TUFI03ACN1 (07-Oct-19), BSLT05 (08-Oct-19), SPN12191010 (10-Oct-19), SISMRA01CN2 (10-Oct-19), SMRA01CN2 (10-Oct-19), TELE01BCN2 (14-Oct-19), ORI013 (15-Oct-19), BEXI02CCN3 (16-Oct-19), SPN03191017 (17-Oct-19), ASDF03BCN2 (18-Oct-19), BFIN03BCN1 (25-Oct-19), EXCL01ACN1 (26-Oct-19), SIEXCL02ACN1 (26-Oct-19), TBIG03CN2 (28-Oct-19), SMFP04ACN6 (29-Oct-19), SPN03191031 (31-Oct-19), BNII01SBCN2 (31-Oct-19)   || IBPA Benchmark Rates (15/11/2019) :FR0077 (4.50 Yr) - Yield 6.4632% Price 106.4000% --  FR0078 (9.50 Yr) - Yield 6.9887% Price 108.6500% --  FR0079 (19.43 Yr) - Yield 7.6038% Price 107.7500% --  FR0068 (14.34 Yr) - Yield 7.4009% Price 108.5000% --  

Dipicu Kekhawatiran Resesi Ekonomi, Pasar Obligasi Domestik Bergerak Negatif

Indeks return mingguan didominasi kinerja negatif

Indeks return pasar obligasi mencatatkan kinerja negatif pada pekan kedua Agustus. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah sebesar —0,08%wow ke level 265,0625. Pelemahan turut dicatatkan oleh INDOBeXG-Total Return yakni sebesar —0,11%wow ke level 258,1761. Adapun kinerja INDOBeXC-Total Return mencatatkan kenaikan tipis sebesar +0,09%wow ke level 286,0439. Secara tahun berjalan ketiga indeks mencatatkan positive return yakni masing-masing +9,20%ytd (ICBI), +9,23%ytd (INDOBeXG-TR) dan +8,90%ytd (INDOBeXC-TR).

 

Outlook dan sentimen pasar pekan ketiga Agustus 2019

Pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak terbatas pada pekan ketiga Agustus karena data ekonomi penting baik dari domestik maupun global baru akan dirilis menjelang akhir pekan ini. Dari domestik, pasar akan disajikan bagaimana hasil kebijakan ekonomi terbaru dari Bank Indonesia dalam RDG-BI, sedangkan dari global pasar akan mencermati rilis notulensi rapat FOMC dan pidato terbaru dari Gubernur The Fed. Disamping itu, pasar juga akan concern terhadap perkembangan terbaru hubungan dagang AS-China menjelang rencana pertemuan berikutnya di awal September.

Weekly Report, 12 - 16 Agustus 2019

Kurva yield obligasi domestik bearish

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) mengalami kenaikan sebesar +2,41bps wow. Kenaikan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) yakni +3,62bps wow. Kenaikan rata-rata yield disusul kemudian oleh tenor pendek (<5tahun) dan tenor panjang (>7tahun) yakni masing-masing sebesar +2,37bps wow dan +2,26bps wow.

 

Kinerja sukuk negara negatif, kelompok seri PBS dominasi volume transaksi 

Kinerja sukuk negara pekan ini bergerak negatif yang tercermin dari Indonesia Government Sukuk Index-Clean Price (IGSIX-CP) yang mencatatkan penurunan sebesar —0,1516poin wow ke level 106,7383 dari level 106,8898 pada penutupan akhir pekan sebelumnya. Pelemahan indeks clean price tersebut didorong oleh pergerakan harga seri sukuk negara yang didominasi koreksi harga. Kelompok seri IFR mencatatkan penurunan rata-rata harga terbesar yakni hingga —25,06bps wow. Kelompok seri PBS mencatatkan penurunan rata-rata harga sebesar —18,21bps wow. Sedangkan kelompok seri SR mencatatkan penurunan rata-rata harga sebesar —9,37bps wow.

 

Aktivitas transaksi mengalami penurunan

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini mengalami penurunan. Rata-rata volume perdagangan harian menurun sebesar —27,54%wow dari Rp19,18tn/hari menjadi Rp13,90tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian menurun sebesar —15,99%wow dari 1.000 transaksi/hari menjadi 840 transaksi/hari. Aktivitas transaksi SUN mengalami penurunan rata-rata volume perdagangan harian yakni sebesar —29,38%wow dari Rp17,75tn/hari menjadi Rp12,53tn/hari. Rata-rata frekuensi perdagangan harian SUN turun sebesar —20,29%wow dari 879 transaksi/hari menjadi 701 transaksi/hari.

 

Kelebihan penawaran masuk lelang SBN mengalami penurunan

Total penawaran masuk pada lelang SBN pekan ini lebih rendah dari lelang SBN sebelumnya dengan hanya mencatatkan oversubscribed 1,77 kali atau setara dengan Rp26,51tn. Seri FR0082 mendapatkan total penawaran tertinggi dengan total nilai   mencapai Rp8,72tn (mencakup 32,88% dari seluruh penawaran yang masuk). Sedangkan penawaran terendah dicatatkan seri FR0076 dengan total nilai sebesar Rp664miliar (2,50%).

 
To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer