Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
264.0894
Previous Change Change (%)
263.1821
0.9074
0.34
Jakarta, 20 Agustus 2019
| Agustus 2019 ||New Issuance| Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (01 Agustus 2019), Sinar Mas Multifinance, PT (02 Agustus 2019), Timah (Persero) Tbk, PT (15 Agustus 2019), Bank CIMB Niaga Tbk, PT (21 Agustus 2019), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (30 Agustus 2019) |Matured | SPN12190801 (01 Agustus 2019), SPN-S 01082019 (01 Agustus 2019), SPN03190808 (08 Agustus 2019), NISP02BCN2 (22 Agustus 2019), SMFP04ACN5 (24 Agustus 2019), VR0029 (25 Agustus 2019), BEXI03BCN2 (25 Agustus 2019), ADMF04ACN3 (26 Agustus 2019), SPN12190829 (29 Agustus 2019), BBTN02ACN2 (30 Agustus 2019).   || IBPA Benchmark Rates (19/8/2019) :FR0068 (14.58 Yr) - Yield 7.6738% Price 106.0783% --  FR0077 (4.74 Yr) - Yield 6.6731% Price 105.8000% --  FR0078 (9.75 Yr) - Yield 7.2724% Price 106.7198% --  FR0079 (19.67 Yr) - Yield 7.8019% Price 105.6963% --  

Ditulis Oleh : Ferrika Sari, Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/

Penerbitan medium term note (MTN) industri multifinance menurun pasca Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur dan mengawasi penerbitan surat utang jangka menengah ini. Dibandingkan tahun lalu, penerbitan MTN di paruh pertama 2019 turun signifikan.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatatkan sampai semester pertama 2019, penerbitan MTN perusahaan pembiayaan hanya mencapai Rp 900 miliar. Padahal penerbitan MTN sepanjang tahun lalu mencapai Rp 4,9 triliun.

Senior Vice President, Financial Institution Ratings Division Pefindo Hendro Utomo menyebut penerbitan MTN bagi multifinance menjadi lebih ketat karena regulator telah mengaturnya dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

“Itu kemungkinan ada pengaruhnya. Sekarang POJK 35/2018 mengatur perusahaan pembiayaan, juga mengatur penerbitan MTN. Maka itu syarat penerbitan MTN bagi perusahaan pembiayaan menjadi lebih ketat,” kata Hendro kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8).

Tingginya tingkat bunga juga menjadi alasan pelaku multifinance enggan menerbitkan MTN di awal tahun. Apalagi tingkat bunga seperti ini sudah dirasakan sejak semester kedua 2018 lalu. Meski demikian, penerbitan MTN diproyeksikan membaik jika bunga obligasi di semester kedua 2019 turun.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) justru menilai pengaturan otoritas akan menertibkan rencana bisnis multifinance dalam penerbitan surat utang sehingga investor mendapatkan informasi yang cukup sebelum berinvestasi. Dengan begitu akan tersaring siapa saja multifinance yang siap menerbitkan MTN.

“Jadi OJK menyaring, hanya multifinance-multifinance bagus yang bisa menerbitkan MTN. Dalam hal ini OJK mempunyai data yang lebih jelas sehingga diketahui siapa penerbit dan pemegang sahamnya,” ungkapnya.

Kemungkinan di awal tahun hanya sedikit multifinance yang menerbitkan MTN, tapi diperkirakan akan membaik dengan pemberlakukan aturan OJK ini.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer