Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
273.1916
Previous Change Change (%)
272.9341
0.2575
0.09
Jakarta, 8 Desember 2019
| Desember 19 ||Matured | SPN-S 01122019 (01-Dec-19), BBRI02BCN1 (01-Dec-19), JPFA02ACN1 (01-Dec-19), IMPC01A (02-Dec-19), SPN03191211 (11-Dec-19), ISAT01BCN1 (12-Dec-19), SIISAT01BCN1 (12-Dec-19), NISP02BCN3 (12-Dec-19), SMII01ACN3 (14-Dec-19), DNRK01BCN2 (16-Dec-19), BNLI01SBCN2 (19-Dec-19), PNMP01CCN1 (19-Dec-19), PNBN01SBCN1 (20-Dec-19), AKRA01B (21-Dec-19), MEDC02ACN3 (21-Dec-19), TPIA01A (22-Dec-19), VR0030 (25-Dec-19), SPN03191226 (26-Dec-19), SMFP02CCN1 (27-Dec-19), WOMF03ACN1 (30-Dec-19), ZINC01A (31-Dec-19).   || IBPA Benchmark Rates (6/12/2019) :FR0068 (14.28 Yr) - Yield 7.5350% Price 107.2500% --  FR0077 (4.44 Yr) - Yield 6.5365% Price 106.0330% --  FR0078 (9.45 Yr) - Yield 7.1021% Price 107.7933% --  FR0079 (19.37 Yr) - Yield 7.6727% Price 107.0061% --  

Perang Dagang AS-China Semakin Memanas, Pasar Obligasi Indonesia Tertekan

Obligasi Indonesia secara komposit catat return mingguan negatif

Indonesia Composite Bond Index-ICBI pekan ini melemah -0,08%wow ke level 248,5162 terpicu oleh kinerja obligasi negara (INDOBeXG-Total Return) yang turun sebesar –0,10%wow. Sementara, obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) berhasil mencatatkan performa positif yakni naik sebesar +0,06%wow.  Memanasnya kembali hubungan dagang AS-China setelah AS menaikkan tarif impor produk asal China senilai US$200miliar menjadi 25% dari 10% yang langsung dibalas oleh China dengan menaikkan tarif produk impor AS senilai US$60miliar menjadi 20%-25% dari 5%-10% yang akan efektif per 1 Juni menjadi alasan utama tertekannya kinerja pasar pekan ini. Hubungan AS-China yang kembali menegang dikhawatirkan akan semakin menekan  kinerja neraca perdagangan Indonesia yang di bulan April tercatat defisit hingga US$2,50miliar dikarenakan menurunnya ekspor Indonesia sebesar –10,80%mom.

 

Pelemahan Rupiah sentuh level Rp14.463/US$

Efek dari memanasnya kembali hubungan kedua negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut juga dirasakan pasar spot Rupiah. Pekan ini, Rupiah sempat menyentuh ke level terendahnya sejak akhir Desember 2018 yakni di level Rp14.463/US$. Salah satu pemicunya adalah diburunya safe haven asset (dollar AS) sejalan dengan tingginya ketidakpastian global. Tercermin dari data kepemilikan investor di pasar SBN yang mayoritas membukukan nilai jual bersih. Ditengah gejolak pasar, Bank Indonesia tampak melakukan intervensi guna mencegah pelemahan yang semakin dalam yang ditunjukkan dari meningkatnya kepemilikan BI di pasar SBN hingga sebesar Rp9,56tn.

Weekly Report, 13 - 17 Mei 2019

Outlook dan sentimen pasar pekan keempat Mei 2019

Pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak sideways pada pekan keempat Mei. Kondisi tersebut karena belum kondusifnya situasi global paska meningkatnya tensi perang dagang antara AS-China. Disamping itu pasar masih belum diwarnai oleh sentimen lanjutan. Investor juga masih akan wait and see kondisi global dan dalam negeri dimana terdapat pengumuman hasil Pemilu pada pekan keempat Mei.

 

Yield obligasi Indonesia seluruh tenor bearish, tenor pendek tertekan naik paling besar

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish. Yield seluruh tenor (1-30tahun) tertekan naik dan mencatatkan kenaikan rata-rata yield sebesar +3,55bps wow. Yield tenor pendek (<5tahun) tertekan naik paling tinggi dengan rata-rata sebesar +4,60bps wow. Tekanan naik yield juga terjadi pada kurva PHEI-ICBYC (PHEI-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve). Yield seluruh tenor (1-10tahun) bergerak keatas dengan rata-rata naik sebesar +4,21bps wow. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) tertekan naik paling tinggi yakni +4,60bps wow.

 

Harga sukuk negara dominan terkoreksi, IGSIX-TR turun –0,24%wow

Harga seri-seri obligasi syariah negara pekan ini dominan terkoreksi. Rata-rata harga seluruh serinya turun –20,91bps wow dengan penurunan rata-rata pada masing-masing kelompok adalah sebesar: IFR (-22,50bps wow), PBS (-21,88bps wow), dan SR (-13,31bps wow). Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini berada di level 225,2953 atau turun –0,24%wow dari pekan lalu.  Transaksi sukuk negara pekan ini terpantau meningkat dengan rata-rata volume harian sebesar Rp801miliar/hari (28,18%wow), dan frekuensi harian 65 transaksi/hari (+44,20%wow). Seri-seri PBS ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni mencapai Rp3,30tn (mencakup 82,49% dari total volume transaksi sukuk senilai Rp4,00tn).

 

Pekan ini, pasar sekunder obligasi sepi transaksi

Aktivitas pasar sekunder obligasi terpantau sepi di pekan ini. Rata-rata frekuensi harian turun sebesar –10,69%wow menjadi 695 transaksi/hari, dan volume transaksi harian turun –28,66%wow menjadi Rp10,21tn/hari. Total volume terbesar pada transaksi SBN dicatatkan seri FR0078 dengan total nilai mencapai Rp9,92tn (217 transaksi). Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0079 sebanyak 1.095 transaksi (volume Rp2,73tn).

 

Yield lelang tinggi, penyerapan dana lelang dibawah target indikatif

Pekan ini, pemerintah telah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp8,00tn. Total penawaran masuk pada lelang sukuk negara pekan ini lebih tinggi dari pelaksanaan lelang sukuk sebelumnya dengan mencatatkan oversubscribed 3,41 kali atau senilai Rp20,46tn. Meski demikian, total dana penyerapannya kurang dari target indikatifnya yakni hanya sebesar Rp5,15tn.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer