Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
253.1862
Previous Change Change (%)
252.7534
0.4328
0.17
Jakarta, 21 April 2019
Due to Good Friday holiday, PHEI (IBPA) will be closed on 19 April 2019. PHEI (IBPA) will resume its operational activities on 22 April 2019. During the holiday, PHEI (IBPA) website, BIPS and TheNewBIPS will remain accessible. Sehubungan dengan libur Wafat Isa Almasih, PHEI (IBPA) tidak beroperasi pada tanggal 19 April 2019. PHEI (IBPA) akan kembali beroperasi pada tanggal 22 April 2019. Selama libur, website PHEI (IBPA), BIPS dan TheNewBIPS tetap dapat diakses. ||April 2019 ||New Issuance| Maybank Indonesia Finance, PT (02 April 2019), Sinar Mas Multifinance, PT (12 April 2019) |Matured | ADMF04ACN2 (01 April 2019), SMADMF03ACN2 (01 April 2019), CTRR01B (02 April 2019), SPN-S 03042019 (03 April 2019), AISA01 (05 April 2019), SIAISA01 (05 April 2019), FIFA02BCN3 (05 April 2019), SPN03190406 (06 April 2019), SPN12190411 (11 April 2019), SPN-S 11042019 (11 April 2019), STTP01ACN2 (12 April 2019), BIIF01ACN2 (13 April 2019), FR0069 (15 April 2019), SPN03190416 (16 April 2019), WOMF02ACN4 (16 April 2019), NISP02ACN4 (20 April 2019), FIFA03ACN3 (21 April 2019), IMFI02CCN1 (24 April 2019), OTMA02A (28 April 2019), SPN03190430 (30 April 2019).   || IBPA Benchmark Rates (18/4/2019) :FR0068 (14.92 Yr) - Yield 7.9861% Price 103.3423% --  FR0077 (5.08 Yr) - Yield 7.0815% Price 104.3750% --  FR0078 (10.08 Yr) - Yield 7.5421% Price 104.9243% --  FR0079 (20.01 Yr) - Yield 8.1072% Price 102.6280% --  

Ditulis Oleh : Intan Nirmala Sari, Sumber : https://investasi.kontan.co.id

Seminggu menjelang pesta demokrasi, investor domestik cenderung wait and see menunggu hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Lain halnya dengan investor asing yang memandang prospek investasi di Indonesia lewat fundamental Tanah Air yang cenderung masih positif.

Executive Vice President PT Schroders Investment Management Indonesia M Renny Raharja menjelaskan, dalam kacamata investor asing, kondisi fundamental Indonesia cukup solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran 5% dan pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil.

"Kalau dibandingkan dengan investor asing, investor domestik justru yang cenderung naik turun karena sentimen pemilu ini. Jadi, kalau rupiah stabil dan ekonomi tumbuh positif, kita masih akan dilirik dan arus inflow masih terjadi," kata Renny, Kamis (11/4).

Selain itu, Renny mengungkapkan bahwa mayoritas investor saat ini cenderung melihat bahwa calon presiden tahun ini masih dipegang kuat oleh petahana. Hanya saja, tanpa melihat siapa yang akan menjadi jawara pesta demokrasi tahun ini, pasar diprediksi akan tetap bergejolak usai pengumuman hasil pemilu.

"Masalahnya bukan siapa yang menang, tapi apakah kondisi tetap stabil atau tidak usai pemilu. Tapi secara umum, biasanya sepekan pertama market akan konsolidasi dan kecenderungan profit taking lebih dulu," jelasnya.

Untuk itu, siapapun yang memenangkan pesta demokrasi pasar akan tetap bergejolak. Namun, dengan kondisi fundamental Tanah Air yang cenderung positif diyakini foreign direct investment (FDI) masih akan masuk.

Kabinet atau menteri yang akan mewakili pemerintahan selanjutnya turut menjadi perhatian investor selanjutnya. Adapun aset yang direkomendasikan Schroders di tengah pesta demokrasi yakni reksadana saham dan reksadana berbasis obligasi.


Alasannya, pasar obligasi masih didukung beberapa sentimen positif seperti rupiah yang menguat, inflasi terjaga dan jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan tahun ini, bisa menjadi bonus tambahan untuk pasar obligasi.

Sedangkan untuk saham, Schroders menilai dengan stabilitas ekonomi yang tejaga, pertumbuhan laba emiten kondusif dan ditambah potensi sentimen politik bisa membawa keyakinan terhadap fundamental Tanah Air yang lebih positif ke depan bakal menjadi angin segar.

"Namun bagi investor yang tidak ingin ambil pusing terkait risiko siapa yang bakal menjadi pemenang pemilu, bisa memilih reksadana campuran," saran Renny.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer