Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
255.6132
Previous Change Change (%)
255.3025
0.3107
0.12
Jakarta, 18 Juni 2019
| Mei 2019 ||New Issuance| Waskita Karya (Persero) Tbk, PT (16 Mei 2019) |Matured | SPN-S 01052019 (01 Mei 2019), TRAC01ACN1 (07 Mei 2019), SPN-S 08052019 (08 Mei 2019), MYOR04 (09 Mei 2019), ASDF03BCN1 (11 Mei 2019), NISP02CCN1 (11 Mei 2019), SPN03190513 (13 Mei 2019), ISAT02ACN3 (13 Mei 2019), ADMF02CCN3 (14 Mei 2019), PBS013 (15 Mei 2019), BAFI02A (20 Mei 2019), PJAA01ACN2 (23 Mei 2019), BBRI01BCN3 (25 Mei 2019), SPN03190527 (27 Mei 2019), SMFP04ACN4 (28 Mei 2019), IMFI03ACN3 (28 Mei 2019).   || IBPA Benchmark Rates (17/6/2019) :FR0077 (4.92 Yr) - Yield 7.1515% Price 103.9619% --  FR0078 (9.92 Yr) - Yield 7.6679% Price 103.9783% --  FR0079 (19.84 Yr) - Yield 8.1299% Price 102.3750% --  FR0068 (14.75 Yr) - Yield 7.9803% Price 103.3655% --  

Menutup Pekan Terakhir Kuartal 1, Pasar Obligasi Indonesia Tertekan

Indeks return obligasi komposit catat kinerja negatif

Pada pekan ini, indeks return obligasi secara komposit (Indonesia Composite Bond Index-ICBI) melemah sebesar –0,13%wow ke level 251,7275. Begitu pula dengan return obligasi negara (INDOBeXG-Total Return) yang turun sebesar –0,17%wow ke level 246,6121. Adapun kinerja INDOBeXC-Total Return mencatatkan kenaikan sebesar +0,20%wow ke level 274,3786.  Ditengah minim sentimen dari dalam negeri, turunnya kinerja pasar obligasi domestik lebih digerakkan oleh faktor global. Peningkatan risiko pelaku pasar akibat munculnya isu perlambatan ekonomi Amerika dan berlanjutnya ketidakpastian proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang semakin mendekati deadline diperkirakan menjadi faktor utama penekan pasar obligasi pekan ini. Namun demikian, menjelang akhir pekan, pasar sanggup bergerak rebound berkat kelanjutan negosiasi damai dagang AS-China dimana China bersedia menawarkan proposal kepada AS untuk mengatasi masalah pemaksaan transfer teknologi kedua negara.

 

Indeks Dollar global naik, Rupiah terdepresiasi

Peningkatan risiko akibat perlambatan ekonomi global yang disertai dengan ketidakpastian proses Brexit mendorong pelaku pasar untuk beralih ke instrumen yang lebih bersifat safe haven, salah satunya US Dollar. Dalam sepekan, Dollar Index Currency naik sebesar 0,65% wow ke level 97,28 sehingga turut memicu pelemahan nilai tukar Rupiah sebesar 0,56% wow ke level Rp14.243/US$. Tren depresiasi Rupiah yang dominan dalam sepekan diperkirakan juga menambah tekanan bagi pasar obligasi dalam negeri.

Weekly Report, 25 - 29 Maret 2019

Outlook dan sentimen pasar obligasi pekan pertama April

Pada awal pekan bulan April, pasar obligasi Indonesia berpotensi masih akan tertekan. Selain wait and see negosiasi damai dagang AS-China, belum pastinya kejelasan nasib Brexit paska penolakan proposal dari PM Theresa May oleh Parlemen untuk ketiga kalinya diperkirakan turut menambah concern pelaku pasar pekan ini. Sebagai informasi, Uni Eropa hanya memberikan batas waktu hingga 12 April untuk Inggris keluar dari Uni Eropa jika kesepakatan masih belum tercapai. Pekan ini, pasar juga akan mencermati rilis beberapa data ekonomi AS ditengah kekhawatiran pasar terhadap isu resesi. Oleh karenanya, pasar diperkirakan juga turut mewaspadai kemungkinan pelemahan Rupiah.

 

Yield curve obligasi negara dominan bearish

Kurva PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bearish. Dari 30 tenor, hanya yield tenor 2-6tahun dan 30-tahun yang menurun, sedangkan selebihnya naik di rentang +0,27bps wow hingga +10,28bps wow. Jika dilihat tiap kelompok tenor, penurunan rata-rata yield dicatatkan tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing sebesar –3,57bps wow dan –1,38bps wow. Sedangkan rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik sebesar +5,96bps wow.

 

Mayoritas harga melemah, sukuk negara catat negative return mingguan

Koreksi harga mewarnai mayoritas seri obligasi syariah negara pekan ini dengan rata-rata pada seluruh serinya turun sebesar     –21,69bps wow. Hanya harga seri SR yang sanggup meningkat dengan rata-rata +0,74bps wow. Sementara harga seri IFR dan PBS turun masing-masing sebesar –41,26bps wow, dan –19,83bps wow. Indonesia Government Sukuk Index-Total Return  (IGSIX-TR) pekan ini ditutup di level 227,1042, melemah –0,0388poin dari pekan lalu.

 

Ditengah penurunan frekuensi, volume obligasi negara meningkat

Aktivitas pasar sekunder obligasi di pekan terakhir Maret menurun dari sisi rata-rata frekuensi harian sebesar –18,82%wow dari 780 kali/hari menjadi 633 kali/hari. Namun demikian volume transaksi harian sanggup meningkat sebesar +13,44%wow dari Rp13,81tn/hari menjadi Rp15,66tn/hari.

 

Realisasi dana lelang capai 119,79% dari target indikatif Q1-2019

 

Pekan ini pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) terakhir untuk Q1-2019. Target indikatif ditetapkan sebesar Rp15,00tn dengan nilai maksimal Rp30,0tn. Seri yang dilelang  terdiri dari 1 seri new issuance SPN tenor 3-bulan, 1 seri SPN tenor 1-thn, serta 5 seri FR yakni FR0077 (TTM 5,14tahun), FR0078 (TTM 10,15tahun), FR0068 (TTM 14,98tahun), FR0079 (TTM 20,07tahun), dan FR0076 (TTM 29,16tahun).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer