Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
248.5162
Previous Change Change (%)
248.8300
0.3138
0.13
Jakarta, 19 Mei 2019
| Mei 2019 ||New Issuance| Waskita Karya (Persero) Tbk, PT (16 Mei 2019) |Matured | SPN-S 01052019 (01 Mei 2019), TRAC01ACN1 (07 Mei 2019), SPN-S 08052019 (08 Mei 2019), MYOR04 (09 Mei 2019), ASDF03BCN1 (11 Mei 2019), NISP02CCN1 (11 Mei 2019), SPN03190513 (13 Mei 2019), ISAT02ACN3 (13 Mei 2019), ADMF02CCN3 (14 Mei 2019), PBS013 (15 Mei 2019), BAFI02A (20 Mei 2019), PJAA01ACN2 (23 Mei 2019), BBRI01BCN3 (25 Mei 2019), SPN03190527 (27 Mei 2019), SMFP04ACN4 (28 Mei 2019), IMFI03ACN3 (28 Mei 2019).   || IBPA Benchmark Rates (17/5/2019) :FR0077 (5.00 Yr) - Yield 7.4989% Price 102.5681% --  FR0078 (10.00 Yr) - Yield 8.0144% Price 101.5984% --  FR0079 (19.93 Yr) - Yield 8.5737% Price 98.1056% --  FR0068 (14.84 Yr) - Yield 8.5195% Price 98.7763% --  

Pasar Obligasi Domestik Bearish Pada Pekan Perdana 2019

ICBI catat negative return mingguan

Indikator return pasar obligasi Indonesia secara komposit (Indonesia Composite Bond Index-ICBI) ditutup melemah –0,2068poin wow (-0,09%wow) ke level 240,6946. Pelemahan ICBI didorong oleh turunnya kinerja INDOBeXG-Total Return sebesar  –0,2749poin wow (-0,12%wow) ke level 236,0748. Sementara itu kinerja INDOBeXC-Total Return sanggup menguat sebesar +0,3031poin wow (+0,12%wow) ke level 262,9771.Pasar obligasi domestik lebih digerakkan oleh faktor global. Paska rilis inflasi akhir tahun 2018 dan apresiasi Rupiah di hari pertama awal pekan, pasar langsung berbalik terkoreksi seiring memanasnya situasi politik di Amerika serta meningkatnya ekspektasi perlambatan ekonomi global. Namun di akhir pekan, pasar berangsur rebound berkat rencana pertemuan AS-China di Beijing tanggal 7-8 Januari 2019 guna membahas damai perang dagang. Namun demikian, rebound tersebut tak mampu mendongkrak kinerja return pasar obligasi secara mingguan.

 

Aksi jual investor mendorong pelemahan pasar SBN

Meningkatnya persepsi risiko investor global terhadap pasar domestik yang tercermin dari kenaikan indikator risiko CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar +1,37bps wow ke level 139,46 berdampak pada aksi jual investor terhadap mayoritas seri SBN. Alhasil, 34 seri fixed rate maupun ORI kompak terkoreksi dan turut mendorong tertekannya   kinerja pasar SBN. Harga seri FR0065 terkoreksi paling dalam hingga sebesar  –115,01bps wow dari level 87,0430% menjadi level 85,8929%.

Weekly Report, 02 - 04 Januari 2019

Outlook pasar obligasi Indonesia pekan depan

Pasar obligasi di pekan kedua Januari diprediksi bergerak mendatar dengan tren menguat. Dari global, katalis positif datang dari agenda pertemuan AS-China di Beijing (7-8 Jan), dan nada dovish the Fed terhadap kebijakan moneternya di tahun 2019.   Sedangkan sentimen positif dari dalam negeri berasal dari tren penguatan Rupiah.  Meski demikian, rilis FOMC Minutes dan pidato Jerome Powell serta agenda pidato Gubernur BoE diprediksi akan mendorong sikap wait and see pasar.

 

Pola bearish menghiasi yield curve obligasi pemerintah dan korporasi

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish. Rata-rata yield untuk seluruh tenor (1-30tahun) naik +3,18bps wow. Yield kelompok tenor panjang (>7tahun) naik paling tinggi yakni +3,91bps wow. Kemudian disusul oleh kenaikan yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) dan pendek (<5tahun) masing-masing sebesar +1,69bps wow dan +3,91bps wow.

 

Mayoritas harga sukuk negara terkoreksi

Pada pekan pertama awal tahun ini, harga obligasi syariah negara didominasi koreksi. Tercermin dari 25 seri sukuk yang beredar di pasar, 18 seri kompak mencatatkan penurunan harga. Hanya rata-rata harga SR yang naik +4,01bps wow. Sedangkan untuk kelompok IFR dan PBS mencatatkan penurunan masing-masing sebesar –28,93bps wow dan –13,39bps wow. Dalam sepekan, kinerja Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) masih sanggup meningkat tipis sebesar +0,02%wow ke level 218,6866.

 

Aktivitas trading meningkat, FR0078 (TTM 10,37tahun) teraktif

Aktivitas perdagangan obligasi pada pekan pertama Januari 2019 meningkat signifikan dibanding pekan terakhir Desember 2018. Tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi harian sebesar +66,90%wow dari 336 kali/hari menjadi 561 kali/hari. Peningkatan aktivitas juga terjadi pada rata-rata volume perdagangan harian yakni sebesar +133,76%wow dari Rp6,67tn/hari menjadi Rp15,59tn/hari.

 

Lelang perdana SBN serap dana Rp22,85tn

 

Pekan ini pemerintah menyelenggarakan lelang SBN perdana dengan target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp15,00tn, dan target maksimal Rp30,00tn. Pemerintah  melelang 3 seri new issuance yang terdiri dari 2 seri SPN (SPN03190406, TTM 3-bulan; SPN12200106, TTM 1-tahun), dan 1 seri benchmark tenor 20-tahun (FR0079). Pemerintah juga melelang 3 seri benchmark lainnya yakni FR0077 (TTM 5,37tahun), FR0078 (TTM 10,37tahun), dan FR0068 (TTM 15,21tahun).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer