Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
235.9004
Previous Change Change (%)
236.4363
0.5359
0.23
Jakarta, 14 November 2018
| Oktober 2018 ||New Issuance| - |Matured | SPN12181004 (04 Oktober 2018), SPN-S 04102018 (04 Oktober 2018), SANF01CN3 (06 Oktober 2018), PPGD03ACN1 (13 Oktober 2018), ORI012 (15 Oktober 2018), WSKT01ACN2 (16 Oktober 2018), SPN03181018 (18 Oktober 2018), FIFA03ACN2 (20 Oktober 2018), SMFP04ACN2 (23 Oktober 2018), ADMF02CCN2 (24 Oktober 2018), BTPN03ACN2 (27 Oktober 2018).   || IBPA Benchmark Rates (13/11/2018) :FR0075 (19.52 Yr) - Yield 8.6175% Price 89.5329% --  FR0063 (4.50 Yr) - Yield 8.0275% Price 91.0643% --  FR0064 (9.51 Yr) - Yield 8.1216% Price 86.9500% --  FR0065 (14.51 Yr) - Yield 8.3712% Price 85.4883% --  

Ditulis Oleh : Danielisa Putriadita, Sumber : https://investasi.kontan.co.id

Hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (30/10) menurun dibandingkan hasil lelang SBSN dua pekan lalu.

Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, jumlah penawaran yang masuk dalam lelang SBSN sore ini mencapai Rp 11,3 triliun atau turun Rp 2,5 triliun dari lelang SBSN dua pekan lalu di Rp 13,8 triliun.

Sedangkan, pemerintah menyerap lebih banyak pada lelang kali ini, nilainya sebesar Rp 5,6 triliun. Sebagai perbandingan serapan pemerintah di lelang SBSN dua pekan lalu berada di Rp 5,2 triliun.

Pemerintah melelang enam seri surat utang yang juga disebut sukuk negara ini. Seri pertama, yaitu SPNS01052019 dengan tenor paling pendek yang jatuh di 1 Mei 2019 mendapat penawaran terbanyak dari para investor dengan jumlah Rp 3,82 triliun. Yield rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,75%. Pemerintah menyerap Rp 950 miliar dari seri ini.

Kedua, seri SPNS01082019 menerima jumlah penawaran terbesar kedua dengan jumlah Rp 3,12 triliun. Seri yang memiliki tanggal jatuh tempo 1 Agustus 2019 ini memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 7,03%. Jumlah nominal yang pemerintah menangkan dari seri ini sebesar Rp 1,7 triliun.

Ketiga, seri PBS014 yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2021 menjadi seri yang paling banyak pemerintah serap dengan jumlah Rp 2,16 triliun. Seri ini menerima penawaran dari para investor sebesar Rp 2,46 triliun dan memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 8,28%.

Keempat, seri PBS019 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2023 menerima penawaran dari investor sebanyak Rp 1,04 triliun. Pemerintah menyerap Rp 510 miliar dari seri yang memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 8,83% ini.

Kelima, seri PBS017 menerima penawaran masuk dari investor sebesar Rp 145 miliar. Seri ini akan jatuuh tempo pada 15 Oktober 2025 dan pemerintah menyerap Rp 35 miliar dari seri ini. Yield rata-rata tertimbang seri ini sebesar 9%.

Keenam, seri PBS012 menerima penawaran masuk dari investor sebesar Rp 730 miliar. Sementara, pemerintah menyerap Rp 270 miliar dari seri yang akan jatuh tempo pada 15 November 2031. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada seri ini sebesar 9,38%.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer