Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
232.4314
Previous Change Change (%)
231.7072
0.7242
0.31
Jakarta, 22 September 2018
| Agustus 2018 ||New Issuance| Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (14 Agustus 2018) |Matured | SPN-S 07082018 (07 Agustus 2018), SPN12180809 (09 Agustus 2018), FR0038 (15 Agustus 2018), IFR0002 (15 Agustus 2018), SPN03180823 (23 Agustus 2018), VR0028 (25 Agustus 2018), ADMF03BCN2 (25 Agustus 2018).   || IBPA Benchmark Rates (21/9/2018) :FR0063 (4.65 Yr) - Yield 8.0468% Price 90.7471% --  FR0064 (9.65 Yr) - Yield 8.0855% Price 87.0250% --  FR0065 (14.66 Yr) - Yield 8.4426% Price 84.8678% --  FR0075 (19.66 Yr) - Yield 8.5584% Price 90.0000% --  

Gejolak Nilai Tukar Mendorong Kinerja Pasar Negatif

Seluruh indeks return catatkan penurunan

Pada pekan pertama September kinerja Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun sebesar —2,10%wow ke level 229,0240. Penurunan turut dicatatkan oleh INDOBeXG-Total Return yakni sebesar —2,19%wow ke level 224,5369. Adapun kinerja INDOBeXC-Total Return mencatatkan penurunan sebesar —1,58%wow ke level 250,7381. Secara tahun berjalan seluruh indeks mencatatkan kondisi negative return yakni diantaranya —5,75%ytd (komposit), —6,52%ytd (obligasi pemerintah), dan —0,92%ytd (obligasi korporasi).

 

Pasar SBN diwarnai net sell asing

Sepanjang pekan ini (3-6 September) pasar SBN mencatatkan net sell sebesar Rp1,19tn. Net sell lebih didorong oleh investor asing mencapai Rp14,22tn. Sehingga untuk kepemilikan asing menurun menjadi 37,03% dari 37,64%. Sementara secara tahun berjalan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp5,42tn. Pasar SBN pekan ini tampak lebih ditopang oleh pelaku pasar dalam negeri yang seluruhnya mencatatkan akumulasi beli bersih dengan net buy terbesar dicatatkan oleh  institusi perbankan lokal yang mencapai Rp8,22tn. Adapun investor institusi lokal yang terdiri dari Reksadana, Asuransi, dan Dana Pensiun secara gabungan mencatatkan net buy sebesar Rp4,37tn.

Weekly Report, 03 - 07 September 2018

Kurva yield obligasi bearish, yield tenor pendek naik paling tinggi

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) mengalami kenaikan hingga +40,39bps wow. Kenaikan rata-rata yield tertinggi dicatatkan oleh tenor pendek (<5tahun) yakni +74,88bps wow. Kenaikan rata-rata yield disusul kemudian oleh tenor menengah (5-7tahun) dan  tenor panjang (>7tahun) yakni masing-masing meningkat sebesar +54,96bps wow dan +32,49bps wow.

 

Kinerja pasar sukuk negara negatif, mayoritas harga seri sukuk negara terkoreksi

Kinerja sukuk pekan ini bergerak negatif yang tercermin dari Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini yang mencatatkan penurunan sebesar —3,7811poin wow ke level 210,3280 dari level 214,1091 pada penutupan akhir perdagangan pekan sebelumnya. Pelemahan indeks total return tersebut tampak didorong oleh pergerakan harga seri sukuk negara yang seluruhnya mengalami penurunan. Kelompok seri IFR mencatatkan pelemahan rata-rata harga terbesar yakni hingga —278,15bps wow. Sementara rata-rata harga kelompok seri PBS dan SR masing-masing mencatatkan penurunan sebesar —201,86bps wow dan —70,04bps wow.

 

Aktivitas perdagangan obligasi catatkan peningkatan

Aktivitas perdagangan obligasi pekan pertama September mengalami peningkatan. Rata-rata volume perdagangan harian naik +3,09%wow dari Rp13,60tn/hari menjadi Rp14,02tn/hari. Sedangkan rata-rata frekuensi perdagangan harian naik sebesar +47,47%wow dari 510 transaksi/hari menjadi 752 transaksi/hari. Aktivitas perdagangan SUN yang mengalami peningkatan yakni dengan rata-rata volume perdagangan harian naik sebesar +2,35%wow dari Rp12,74tn/hari menjadi Rp13,04tn/hari. Adapun rata-rata frekuensi perdagangan harian SUN meningkat sebesar +56,71%wow dari 408 transaksi/hari menjadi 640 transaksi/hari.

 

Lelang SBSN oversubscribed, investor meminta yield tinggi

 

Jumlah penawaran masuk pada lelang kali ini lebih rendah dibanding lelang SBSN sebelumnya yakni Rp10,48tn atau oversubscribed 2,62kali. Peserta lelang lebih banyak menyasar seri-seri bertenor pendek, tercermin dari total penawaran yang masuk pada keempat seri tenor pendek yang dilelang (SPN-S 6 bulan, SPN-S 9 bulan, PBS016, dan PBS002) mencapai Rp9,08tn atau  mencakup 86,66% dari total penawaran yang masuk. Jika dilihat dari segi yield yang diminta, peserta lelang  terlihat meminta yield yang tinggi. Tercermin dari seluruh seri yang dimenangkan, seluruhnya mencatat spread yield positif (yield rata-rata tertimbang lebih besar daripada midday yield IBPA) pada rentang +5,57bps (PBS012)    hingga +91,76bps (SPN-S tenor 9 bulan).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer