Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
245.4080
Previous Change Change (%)
244.7428
0.6651
0.27
Jakarta, 21 Februari 2019
| Februari 2019 ||New Issuance| Tiphone Mobile Indonesia Tbk, PT (08 Februari 2019), XL Axiata Tbk, PT (08 Februari 2019), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (12 Februari 2019), Astra Sedaya Finance Tbk, PT (13 Februari 2019), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (19 Februari 2019), PP Properti Tbk, PT (22 Februari 2019) |Matured | BBRI01BCN2 (04 Februari 2019), SPN03190207 (07 Februari 2019), SPN-S 08022019 (08 Februari 2019), SPN12190214 (14 Februari 2019), PPGD01DCN2 (14 Februari 2019), BEXI02BCN7 (19 Februari 2019), MAPI01BCN2 (20 Februari 2019), SPN03190222 (22 Februari 2019), BFIN02CCN3 (25 Februari 2019), IMFI03ACN2 (25 Februari 2019).   || IBPA Benchmark Rates (20/2/2019) :FR0077 (5.24 Yr) - Yield 7.6837% Price 101.8532% --  FR0078 (10.24 Yr) - Yield 7.8795% Price 102.5500% --  FR0079 (20.16 Yr) - Yield 8.2826% Price 100.8808% --  FR0068 (15.07 Yr) - Yield 8.1987% Price 101.5000% --  

Ditulis Oleh : Danielisa Putriadita, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan emisi penerbitan surat utang nasional khususnya Medium Term Notes (MTN) dan obligasi korporasi hingga akhir tahun sekitar Rp 180 triliun.

Fikri C. Permana Ekonom Pefindo mengatakan jumlah tersebut kurang lebih sama dengan emisi penerbitan surat utang nasional di tahun lalu.

"Kemungkinan penerbitan surat utang korporasi akan tertahan di semester II 2018 sehingga pertumbuhan emisi surat utang nasional kemungkinan sama dengan tahun lalu," kata Fikri, Selasa (31/7) .

Penyebab pertumbuhan penerbitan surat utang nasional tertahan di tahun ini adalah tren kenaikan yield surat utang dan tantangan kenaikan suku bunga acuan The Fed dan Bank Indonesia.

"Dari tim riset memang tahun lalu kami proyeksikan penerbitan obligasi korporasi akan catatkan rekor tetapi melihat perkembangan di semester I 2018 dan kemungkinan The Fed naikkan suku bunga, maka penerbitan bisa tertahan," kata Fikri.

Namun, Fikri masih optimis, pertumbuhan surat utang dari korporasi paling tidak akan sama dengan perolehan di tahun lalu, yaitu Rp 180 triliun untuk MTN dan obligasi korporasi.

Hingga Juni 2018 Pefindo mencatat jumlah emisi penerbitan surat utang nasional mencapai Rp 75,3 triliun berasal dari 55 perusahaan. Sektor keuangan masih menjadi mayoritas perusahaan yang menerbitkan surat utang. Tercatat ada 19 perusahaan pembiayaan dan 7 perusahaan perbankan yang menerbitkan surat utang terbanyak.

Dari jumlah tersebut obligasi menerbitkan Rp 54,9 triliun, MTN menerbitkan Rp 16,2 triliun, Sekuritisasi menerbitkan Rp 1,8 triliun dan sukuk menerbitkan Rp 2,28 triliun.

Hingga akhir Juni 2018, Pefindo mendapatkan mandat untuk memberi peringkat pada surat utang yang belum listing sebanyak Rp 65,5 triliun dari 57 perusahaan. Jika tidak ada halangan maka jumlah tersebut merupakan potensi penerbitan surat utang nasional dari korporasi hingga akhir tahun.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer