Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
237.2317
Previous Change Change (%)
238.2091
0.9774
0.41
Jakarta, 12 Desember 2018
| November 2018 ||New Issuance| Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (08 November 2018), Bank CIMB Niaga Tbk, PT (15 November 2018) |Matured | SPN03181101 (01 November 2018), SPN-S 03112018 (03 November 2018), IMFI02BCN2 (06 November 2018), TAFS01BCN3 (06 November 2018), BAFI01A (08 November 2018), BIIF01ACN1 (12 November 2018), BNGA02ACN3 (12 November 2018), ASDF03ACN4 (12 November 2018), SPN12181115 (15 November 2018), BFIN03ACN3 (19 November 2018), ISAT02ACN2 (19 November 2018), SIISAT02ACN2 (19 November 2018), BNGA01CCN2 (20 November 2018), SNI18 (21 November 2018), SMII01ACN2 (25 November 2018), SPN03181129 (29 November 2018)   || IBPA Benchmark Rates (11/12/2018) :FR0075 (19.44 Yr) - Yield 8.5296% Price 90.3015% --  FR0063 (4.43 Yr) - Yield 8.1129% Price 90.8904% --  FR0064 (9.43 Yr) - Yield 8.2555% Price 86.2219% --  FR0065 (14.44 Yr) - Yield 8.3862% Price 85.4097% --  

Ekspektasi Risiko Domestik Meningkat, Pasar Obligasi Domestik Berada Di Zona Merah

Pekan ketiga Juli, ICBI ditutup melemah –1,20%wow

Di pekan ketiga Juli 2018, pasar obligasi Indonesia menunjukkan performa negatif. Indonesia Composite Bond Index/ICBI (indeks return obligasi secara komposit) turun hingga –1,20%wow terpicu oleh indeks return obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) yang turun sebesar –1,33%wow. Sementara indeks return obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) turun sebesar –0,39%wow. Secara tahun berjalan, obligasi Indonesia denominasi Rupiah di pekan ketiga Juli mencatatkan negative return sebesar –3,69%.

 

Nada hawkish Powell picu Rupiah terdepresiasi makin dalam

Tingginya persepsi risiko investor domestik lebih dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kinerja Rupiah. Akhir pekan ini (20/07), Rupiah ditutup di level Rp14.495/US$ yang merupakan level terendahnya sejak 6 Oktober 2015. Rupiah di pasar Spot semakin terdepresiasi paska testimoni Jerome Powell, gubernur the Fed, yang bernada hawkish terhadap kenaikan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) di tahun 2018.

 

Berbagai sentimen yang turut bayangi kinerja pasar obligasi Indonesia

 

Faktor lain yang turut membayangi kinerja pasar obligasi domestik pekan ini adalah perang dagang antara China-AS yang berdampak pada melambatnya perekonomian China. Ekonomi China QII-2018 tumbuh sebesar 6,7%yoy. Melambatnya perekonomian China dikhawatirkan juga akan berdampak pada kinerja neraca perdagangan Indonesia yang merupakan salah satu sumber utama pendapatan devisa negara. Sebagaimana diketahui, China adalah merupakan salah satu negara mitra dagang utama Indonesia.

Weekly Report, 16 - 20 Juli 2018

Kurva yield IBPA bearish, yield tenor menengah paling tertekan

Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish dengan rata-rata yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) naik sebesar +12,59bps wow. Rata-rata yield tertinggi dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) yakni mencapai +28,70bps wow. Kurva IBPA-ICBYC (IBPA-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut berpola bearish bahkan dengan kenaikan rata-rata yield (tenor 1-10tahun) yang lebih tinggi yakni +20,93bps wow.

 

Zona merah turut bayangi kinerja sukuk negara

Kinerja pasar sukuk negara pekan ini turut berada di zona merah. Indonesia Government Sukuk Indexes-Total Return (IGSIX-TR) turun –0,47%wow ke level 214,2841. Kinerja IGSIX-TR yang negatif dipicu oleh terkoreksinya mayoritas harga seri sukuk negara. Dari 23 seri sukuk negara yang beredar, hanya 1 seri yang mencatatkan penguatan harga, sedangkan selebihnya terkoreksi pada range –0,39bps wow hingga –189,28bps wow.

 

Aktivitas pasar sekunder obligasi menurun, transaksi FR0064 tersolid

Aktivitas pasar sekunder obligasi pekan ini mengalami penurunan pada kedua sisinya. Volume transaksi harian turun sebesar –15,29%wow dari Rp12,02tn/hari menjadi Rp10,19tn/hari. Dan frekuensi harian turun –2,72%wow menjadi 573 kali/hari dari 589 kali/hari. Sepinya pasar sekunder obligasi pekan ini dipicu oleh penurunan transaksi harian pada seri-seri SUN tenor pendek.

 

Lelang SBN Pekan Ini, Pemerintah Capai Target Maksimal

Pemerintah pekan ini kembali melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN). Target indikatif ditetapkan sebesar Rp10,00tn dengan nilai maksimal Rp20,00tn. Penawaran masuk pada lelang SBN kali ini merupakan yang tertinggi sejak pelaksanaan lelang pertengahan Maret 2018 dengan total Rp38,17tn (oversubscribed 3,82 kali). Seiring dengan antusiasnya peserta lelang, pemerintah menyerap dana seluruh seri yang dilelang secara maksimal yakni sebesar Rp20,00tn.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer