Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
238.9794
Previous Change Change (%)
239.3060
0.3266
0.14
Jakarta, 18 Juni 2018
| Juni 2018 ||New Issuance| Bank Victoria International Tbk, PT (05 Juni 2018), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (06 Juni 2018) |Matured | SPN12180607 (07 Juni 2018), SPN03180614 (14 Juni 2018), SPN03180628 (28 Juni 2018), ISAT01BCN2 (04 Juni 2018), SIISAT01BCN2 (04 Juni 2018), BSDE01CN2 (05 Juni 2018), TUFI01CN3 (09 Juni 2018), OTMA01A (09 Juni 2018), ISAT02ACN1 (10 Juni 2018), SIISAT02ACN1 (10 Juni 2018), ROTI01CN1 (11 Juni 2018), TAFS01BCN2 (11 Juni 2018), BDKI02SB (17 Juni 2018), BIIF02B (19 Juni 2018), LTLS01CN1 (19 Juni 2018), MEDC02ACN5 (24 Juni 2018), BVIC04 (27 Juni 2018), APLN01CN1 (27 Juni 2018), BNLI02SB (28 Juni 2018), PTHK01B (28 Juni 2018), BPFI01BCN1 (28 Juni 2018), ADMF03ACN1 (30 Juni 2018), SMADMF02BCN1 (30 Juni 2018), SMFP04ACN1 (30 Juni 2018).   || IBPA Benchmark Rates (8/6/2018) :FR0075 (19.95 Yr) - Yield 7.6561% Price 98.4092% --  FR0063 (4.94 Yr) - Yield 6.8848% Price 94.7984% --  FR0064 (9.94 Yr) - Yield 7.2047% Price 92.4262% --  FR0065 (14.95 Yr) - Yield 7.6151% Price 91.2500% --  

Ditulis oleh: Didi Kurniawan, Sumber: https://www.gatra.com


PT Bank Capital Indonesia Tbk berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal. Aksi yang bakal dilakukan adalah penerbitan Obligasi Subordinasi Bank Capital IV Tahun 2018.

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan raihan dana segar senilai Rp250 milyar. Obligasi ini sengaja diterbitkan dengan tujuan sebagai Modal Pelengkap (Tier 2) dan menunjang modal kerja perseroan. Adapun modal inti perusahaan saat ini sebesar Rp1,3 trilyun.

"Dana hasil subdebt ini akan kami gunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan," kata Wahyu Dwi Aji, Direktur Utama Bank Capital, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Capital, di Jakarta, Rabu (6/6).

Dalam RUPST juga telah disetujui alokasi dari perolehan laba bersih Bank Capital di sepanjang tahun 2017. Selain disisihkan untuk cadangan, sisa laba dibukukan ke laba ditahan. "Hal itu guna memperkuat permodalan,” tuturnya.

Di tahun 2018, perusahaan optimis dapat mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12% dibanding realisasi kredit pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,17 trilyun. Artinya, tahun ini diestimasikan perusahaan bakal menyalurkan kredit sebesar Rp8 trilyun.

"Dalam alokasi kredit, kami juga akan lebih selektif. Kami akan melihat sektor yang yang lebih produktif tahun ini," pungkasnya

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer