Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
244.1998
Previous Change Change (%)
244.6997
0.4999
0.20
Jakarta, 17 Februari 2019
| Februari 2019 ||New Issuance| Tiphone Mobile Indonesia Tbk, PT (08 Februari 2019), XL Axiata Tbk, PT (08 Februari 2019), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (12 Februari 2019), Astra Sedaya Finance Tbk, PT (13 Februari 2019), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (19 Februari 2019), PP Properti Tbk, PT (22 Februari 2019) |Matured | BBRI01BCN2 (04 Februari 2019), SPN03190207 (07 Februari 2019), SPN-S 08022019 (08 Februari 2019), SPN12190214 (14 Februari 2019), PPGD01DCN2 (14 Februari 2019), BEXI02BCN7 (19 Februari 2019), MAPI01BCN2 (20 Februari 2019), SPN03190222 (22 Februari 2019), BFIN02CCN3 (25 Februari 2019), IMFI03ACN2 (25 Februari 2019).   || IBPA Benchmark Rates (15/2/2019) :FR0068 (15.09 Yr) - Yield 8.2798% Price 100.8000% --  FR0077 (5.25 Yr) - Yield 7.7844% Price 101.4250% --  FR0078 (10.25 Yr) - Yield 7.9937% Price 101.7500% --  FR0079 (20.18 Yr) - Yield 8.3850% Price 99.8842% --  

Ditulis Oleh : Grace Olivia, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

PT Busan Auto Finance menerbitkan obligasi teranyar di tahun ini dengan nilai Rp 1 triliun. Surat utang bertajuk Obligasi II Busan Auto Finance Tahun 2018 tersebut akan dirilis dalam dua seri dengan nilai masing-masing Rp 500 miliar.

Obligasi Seri A memiliki kupon sebesar 6,2% dengan tenor 370 hari kalender dan memiliki jatuh tempo pada 20 Mei 2019. Seri B mematok kupon 7,9% dengan tenor 3 tahun dan jatuh tempo pada 15 Mei 2021.

Obligasi II Busan Auto Finance telah mendapat pernyataan efektif pada 3 Mei dan akan memasuki masa penawaran umum mulai hari ini hingga 9 Mei 2018. Adapun, obligasi akan didistribusikan secara elektronik pada 15 Mei 2018 dan dicatatkan di Bursa Efek pada 16 Mei 2018.

Pembayaran bunga pertama obligasi ini akan jatuh pada 15 Agustus 2018. Busan Auto Finance menunjuk PT Indo Premier Sekuritas dan PT Cipatadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara, PT Bank Mandiri dipercaya sebagai wali amanat pada penerbitan surat utang ini.

Sepanjang tahun lalu, BAF membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 6 triliun, naik 13,3% dari sebelumnya Rp 5,3 triliun. Laba tahun berjalan juga naik 122,7% dari Rp 82,1 miliar menjadi Rp 182,7 miliar pada tahun lalu. Perusahaan juga memperbaiki non performing finance (NPF) di level 0,65%, membaik dari sebelumnya 0,91%.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer