Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
235.8072
Previous Change Change (%)
234.8386
0.9686
0.41
Jakarta, 27 Mei 2018
| Mei 2018 ||New Issuance| Indosat Tbk, PT (03 Mei 2018), Bussan Auto Finance, PT (15 Mei 2018), Maybank Indonesia Finance, PT (17 Mei 2018), Indomobil Finance Indonesia, PT (18 Mei 2018), Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT (18 Mei 2018), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (18 Mei 2018), Bank Victoria International Tbk, PT (22 Mei 2018), Bank UOB Indonesia, PT (23 Mei 2018) |Matured | SPN-S 08052018 (08 Mei 2018), SPN12180511 (11 Mei 2018), SPN03180514 (14 Mei 2018), FR0066 (15 Mei 2018), SPN03180528 (28 Mei 2018), FIFA03ACN1 (06 Mei 2018), PPGD02BCN3 (07 Mei 2018), AMRT01ACN2 (08 Mei 2018), MFIN02CCN1 (08 Mei 2018), SIEXCL01ACN2 (08 Mei 2018), BIMF01BCN2 (11 Mei 2018), NISP02BCN1 (11 Mei 2018), PANR01CN2 (12 Mei 2018), BNII01SB (19 Mei 2018), TUFI01BCN2 (23 Mei 2018), SMBBSY01 (26 Mei 2018).   || IBPA Benchmark Rates (25/5/2018) :FR0075 (19.99 Yr) - Yield 7.8383% Price 96.6099% --  FR0063 (4.98 Yr) - Yield 6.9576% Price 94.4756% --  FR0064 (9.98 Yr) - Yield 7.3452% Price 91.4758% --  FR0065 (14.98 Yr) - Yield 7.7637% Price 90.0185% --  

Pekan Perdana Mei, Pasar Obligasi Indonesia Menguat

Ketiga indeks return obligasi kompak meningkat

Performa positif berhasil dicatatkan pasar obligasi domestik pada pekan ini setelah pada 2 pekan sebelumnya melemah. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik   sebesar +0,25%wow ke level 242,0104. Penguatan turut dicatatkan oleh INDOBeXG-Total Return yakni sebesar +0,26%wow ke level 238,7410. Begitu pula dengan kinerja INDOBeXC-Total Return yang naik +0,21%wow ke level 255,4340. Secara tahun     berjalan, hanya obligasi korporasi yang mencatat positive return yakni +0,94%ytd.  Sedangkan return obligasi negara dan komposit masih tertahan negatif masing-masing sebesar –0,61%ytd dan –0,40%ytd.

 

Pasar dibayangi pelemahan kurs Rupiah

Ditengah positifnya kinerja pasar SBN selama sepekan, pasar terus dibayangi pelemahan Rupiah. Meningkatnya ekspektasi kenaikan inflasi AS yang lebih cepat dan juga berdampak pada kemungkinan kenaikan FFR yang lebih agresif diperkirakan mendorong investor untuk  memburu salah satu instrumen safe haven yakni US Dollar. Dampaknya, laju indeks Dollar secara global meningkat sehingga memicu penurunan mata uang lainnya termasuk Rupiah. Pada pekan ini Rupiah bergerak di kisaran Rp13.913/US$ hingga Rp13.948/US$ dan ditutup melemah sebesar 52poin ke level Rp13.945/US$ dari sebelumnya Rp13.893/US$ di akhir pekan lalu.

 

 

 

Weekly Report, 30 April - 04 Mei 2018

Sentimen dan outlook pasar sepekan kedepan

Pasar obligasi domestik di pekan kedua Mei berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Pasar akan dibayangi wait and see rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1-2018 yang diprediksi sedikit melambat, posisi cadangan devisa     Indonesia April 2018, dan transaksi berjalan untuk Q1-2018. Dari global, pelaku pasar juga akan sangat menantikan rilis inflasi bulanan AS yang diprediksi naik ke level 2,50%yoy serta bagaimana pidato dari Jerome Powell (Fed Chair) dan Mario Draghi (ECB President).

 

Yield obligasi domestik didominasi penurunan

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini dominan bullish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun –2,07bps wow. Penurunan rata-rata yield terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar –6,95bps wow dan –2,92bps wow. Sedangkan hanya rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) yang naik sebesar +6,45bps wow. Tidak hanya obligasi negara, mayoritas yield obligasi korporasi juga menurun.

 

Pasar sukuk negara raih positive return mingguan

Kinerja pasar obligasi syariah bergerak positif yang tercermin dari kenaikan Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini sebesar +0,5784poin wow ke level 218,6141. Penguatan indeks total return tersebut didorong oleh pergerakan harga seri sukuk negara yang didominasi kenaikan harga. Kelompok seri PBS dan IFR mencatatkan kenaikan rata-rata harga masing-masing sebesar +26,82bps wow dan +13,92bps wow.

 

Marak wait and see, aktivitas pasar sekunder turun

Aktivitas perdagangan obligasi pekan pertama Mei mengalami penurunan. Rata-rata volume perdagangan harian turun –12,47%wow dari Rp19,10tn/hari menjadi Rp16,71tn/hari. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan harian turun sebesar   –27,11%wow dari 821 transaksi/hari menjadi 599 transaksi/hari. Penurunan  aktivitas tersebut kompak terjadi pada obligasi pemerintah dan korporasi.

 

Minim penawaran masuk, pemerintah serap dana dibawah target

Pemerintah pekan ini melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Terdapat 1 seri SPN dan 6 seri PBS yang dilelang yakni: SPN-S 03112018 (new issuance, tenor 6-bulan), PBS016 (TTM 1,87tahun), PBS002 (TTM 3,71tahun), PBS017 (TTM 7,46tahun), PBS012 (TTM 13,55tahun), PBS004 (TTM 18,81tahun), dan PBS005 (TTM 29,22tahun). Target indikatif ditetapkan sebesar Rp8,00tn.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer