Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
236.7466
Previous Change Change (%)
236.6295
0.1171
0.05
Jakarta, 16 November 2018
| Oktober 2018 ||New Issuance| - |Matured | SPN12181004 (04 Oktober 2018), SPN-S 04102018 (04 Oktober 2018), SANF01CN3 (06 Oktober 2018), PPGD03ACN1 (13 Oktober 2018), ORI012 (15 Oktober 2018), WSKT01ACN2 (16 Oktober 2018), SPN03181018 (18 Oktober 2018), FIFA03ACN2 (20 Oktober 2018), SMFP04ACN2 (23 Oktober 2018), ADMF02CCN2 (24 Oktober 2018), BTPN03ACN2 (27 Oktober 2018).   || IBPA Benchmark Rates (15/11/2018) :FR0075 (19.51 Yr) - Yield 8.4514% Price 90.9835% --  FR0063 (4.50 Yr) - Yield 7.9490% Price 91.3500% --  FR0064 (9.50 Yr) - Yield 8.0800% Price 87.2050% --  FR0065 (14.51 Yr) - Yield 8.3256% Price 85.8328% --  

Ditulis Oleh : Yoliawan H, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda Indonesia) tengah menyiapkan pendanaan melakui skema penerbitan global bond di tahun 2018. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mencari pendanaan melalui skema yang lain.

Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama Garuda Indonesia menjelaskan, penerbitan global bond ini hanya sebagai salah satu skema pendanaan bagi perseroan.N ilai yang akan diluncurkan sebesar-besarnya sekitar US$ 750 juta. Dengan kata lain, bisa jadi penerbitan kurang dari angka tersebut dengan melihat kondisi pasar.

“Kita selalu melihat alternatif pendanaan lain seperti sindikasi, sekuritisasi dari penjualan tiket. Dan tentunya penerbitan obligasi bukan satu-satunya sumber pendanaan. Kita bisa mendapat fasilitas loan dari bank,” ujar Pahala saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (12/4).

Menurutnya, Garuda Indonesia akan melihat peluang dari pendanaan lain di luar global bond. Apabila ada yang lebih menarik maka pendanaan global bond bisa di bawah US$ 750 juta.

Garuda Indonesia akan menerbitkan obligasi ini setelah menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 19 April nanti. Salah satu agenda RUPS yakni tentang persetujuan penerbitan obligasi atau global bond.

“Tujuan utama dari pendanaan kali ini adalah untuk refinancing terkait obligasi yang akan jatuh tempo sukuk dalam satuh tahun terakhir, kita ada obligasi rupiah jatuh tempo Rp 2 triliun dan sukuk US$ 500 juta,” jelas Pahala.

Terkait potensi global bond di market, pihaknya masih belum bisa memprediksikan karena semua tergantung kondisi pasar. Begitu pula terkait kupon pihaknya belum bisa membeberkan detailnya.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer