Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
229.7790
Previous Change Change (%)
229.4404
0.3386
0.15
Jakarta, 19 September 2018
| Agustus 2018 ||New Issuance| Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (14 Agustus 2018) |Matured | SPN-S 07082018 (07 Agustus 2018), SPN12180809 (09 Agustus 2018), FR0038 (15 Agustus 2018), IFR0002 (15 Agustus 2018), SPN03180823 (23 Agustus 2018), VR0028 (25 Agustus 2018), ADMF03BCN2 (25 Agustus 2018).   || IBPA Benchmark Rates (18/9/2018) :FR0075 (19.67 Yr) - Yield 8.8900% Price 87.1755% --  FR0063 (4.66 Yr) - Yield 8.2302% Price 90.0750% --  FR0064 (9.66 Yr) - Yield 8.3849% Price 85.2265% --  FR0065 (14.67 Yr) - Yield 8.6253% Price 83.5200% --  

Data Ketenagakerjaan Amerika Membaik Picu Kepanikan Pasar Global

Pekan pertama Februari 2018, ICBI tertekan

Di pekan pertama Februari 2018, pasar obligasi domestik tertekan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dan INDOBeXG-TR (obligasi pemerintah) masing-masing melemah sebesar –0,41%wow dan –0,47%wow, sementara INDOBeXC-TR (obligasi korporasi) naik sangat tipis +0,01%wow. Pelemahan ICBI yang cukup dalam terjadi pada dua hari pertama dengan total persentase penurunan hingga –0,43% terimbas aksi jual besar-besaran yang terjadi di pasar keuangan global awal pekan ini. Dalamnya penurunan ICBI pada dua hari pertama sejalan dengan persepsi risiko global, diwakili pergerakan CDS Indonesia tenor 5-tahun, yang naik sebesar +9,09bps.

 

Marak aksi jual asing, rupiah tembus di level Rp13.628/US$

Level rupiah di pasar Spot yang tembus di angka Rp13.628/US$ semakin menekan kinerja pasar obligasi pekan ini. Level tersebut sekaligus terlemah sejak Juni 2016. Salah satu faktor tertekannya kinerja rupiah pekan ini adalah karena maraknya aksi jual asing. Meningkatnya ekspektasi akan segera terealisasinya target inflasi di AS pada akhirnya turut memunculkan asumsi bahwa the Fed akan lebih agresif dalam menaikkan suku bunga acuannya di tahun ini. Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan investor asing, tercermin dari net sell yang terjadi di pasar SBN pekan ini yakni sebesar Rp4,90tn (8 Februari), sementara di pasar saham sebesar Rp5,39tn (9 Februari).

 

Weekly Report, 05 - 09 Feb 2018

Faktor domestik tahan laju pelemahan pasar obligasi yang semakin dalam

Ditengah tingginya tekanan yang datang dari global, posisi cadangan devisa Indonesia bulan Januari 2018 yang naik menjadi US$131,98miliar, dan dinaikkannya rating Indonesia ke level BBB oleh Japan Credit Rating Agency berhasil menahan semakin dalamnya laju penurunan yang melanda pasar obligasi domestik. Berdasarkan gambar 2, setelah mengalami penurunan yang cukup dalam selama 2 hari berturut-turut, ICBI berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik pada tiga hari berikutnya dengan mencatatkan total penguatan meskipun tipis yakni sebesar +0,03%.

 

Mayoritas yield tertekan naik, kelompok tenor pendek bergerak bullish

Yield pada sepanjang tenor kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi naik dengan rata-rata +6,66bps wow. Hanya yield tenor 2 dan 3-tahun yang bergerak turun, adapun selebihnya tertekan naik. Kurva IBPA-ICBYC (IBPA-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) turut didominasi bearish dengan rata-rata yield naik +6,81bps wow pada seluruh tenornya. Senada dengan kurva IBPA-IGSYC, rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) berhasil turun yakni sebesar –1,79bps wow.

 

Didominasi koreksi, return mingguan sukuk negara turun –0,09%

Koreksi harga juga tampak membayangi mayoritas seri-seri sukuk negara. Rata-rata harga seri IFR turun paling dalam sebesar –66,20bps wow. Mengikuti dibelakangnya secara berturut-turut, seri PBS yang turun –23,07bps wow, dan seri SR sebesar –17,53bps wow. Indonesia Government Sukuk Indexes-Clean Price (IGSIX-CP) pada akhir perdagangan pekan ini berada di level 220,2185 atau secara week on week turun –0,09%, namun secara year to date naik +1,04%.

 

SUN tenor panjang sepi transaksi picu penurunan perdagangan sekunder

Aktivitas obligasi di pasar sekunder pekan ini berlangsung kurang semarak. Rata-rata frekuensi harian turun –29,02%wow menjadi 704 kali/hari dari 992 kali/hari, dan volume harian turun –19,45%wow menjadi Rp15,85tn/hari dari Rp19,67tn/hari. Sepinya pasar sekunder dipicu oleh turunnya transaksi SUN tenor panjang. Volume harian SUN tenor panjang turun sebesar Rp5,03tn/hari, sementara frekuensi harian turun sebanyak 243 kali/hari.

 

Ditengah penurunan oversubscribed, pemerintah lebih agresif serap dana lelang

Pemerintah pekan ini melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp8,00tn. Total penawaran masuk tercatat sebesar Rp20,15tn (oversubscribed 2,52 kali) atau turun Rp7,85tn dari lelang SBSN dua pekan lalu. Penurunan tersebut sejalan dengan kondisi bearish di pasar sekunder sebagai bentuk antisipasi pasar terhadap kenaikan FFR yang lebih agresif di tahun 2018. Namun, pemerintah justru tampak lebih agresif dalam memenangkan dana lelang dengan nilai sebesar Rp10,08tn.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer