Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
234.5493
Previous Change Change (%)
235.5230
0.9736
0.41
Jakarta, 15 Agustus 2018
| Agustus 2018 ||New Issuance| Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (14 Agustus 2018) |Matured | SPN-S 07082018 (07 Agustus 2018), SPN12180809 (09 Agustus 2018), FR0038 (15 Agustus 2018), IFR0002 (15 Agustus 2018), SPN03180823 (23 Agustus 2018), VR0028 (25 Agustus 2018), ADMF03BCN2 (25 Agustus 2018)   || IBPA Benchmark Rates (14/8/2018) :FR0075 (19.76 Yr) - Yield 8.3945% Price 91.4242% --  FR0063 (4.75 Yr) - Yield 7.7960% Price 91.5000% --  FR0064 (9.76 Yr) - Yield 7.9924% Price 87.5000% --  FR0065 (14.76 Yr) - Yield 8.3838% Price 85.2497% --  

Ditulis Oleh : Dityasa H Forddanta, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Sejumlah emiten kembali merealisasikan rencana penerbitan obligasi global yang sempat tertunda sejak tahun lalu. Misalnya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang tengah road show emisi global bond senilai US$ 300 juta atau setara Rp 4 triliun.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) juga dikabarkan kembali memproses global bond yang sudah direncanakan sejak tahun lalu.

Kepala Riset BNI Sekuritas Norico Gaman mengatakan, ada sejumlah faktor yang memicu banyak emiten menerbitkan global bond. Salah satunya adalah, penghematan yang didapat jika dibandingkan dengan pinjaman perbankan.

"Dengan global bond, emiten bisa berhemat beban bunga hingga 30% dibandingkan beban bunga kredit perbankan," jelas Norico kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Selain itu, penerbitan global bond dapat memudahkan pengaturan arus kas perusahaan. Sebab, emiten baru membayar nilai pokoknya saat jatuh tempo, tidak seperti pinjaman bank yang sejak awal kucuran sudah langsung membayar bunga sekaligus pokoknya.

Semua kelebihan itu dikemas dengan kondisi makro yang juga mendukung, terutama setelah beberapa lembaga pemeringkat internasional menaikkan credit rating Indonesia. Belum lagi adanya momentum kebijakan suku bunga yang rendah (low interest rate environment).

"Semakin bagus kredit rating Indonesia dan emiten maka semakin rendah kupon yang ditawarkan kepada investor," pungkas Norico.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer