Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
247.2461
Previous Change Change (%)
247.4619
0.2158
0.09
Jakarta, 22 Januari 2018
| Januari 2018 ||New Issuance| - |Matured | SPN12180104 (04 Januari 2018), SPN-S 05012018 (05 Januari 2018), BEXI02ACN4 (07 Januari 2018), DNRK01BCN1 (09 Januari 2018), BSBR01SB (13 Januari 2018), RI0018 (17 Januari 2018), SPN03180118 (18 Januari 2018), VR0026 (25 Januari 2018).   || IBPA Benchmark Rates (22/1/2018) :FR0075 (20.32 Yr) - Yield 6.9248% Price 106.2079% --  FR0063 (5.31 Yr) - Yield 5.5773% Price 100.2077% --  FR0064 (10.32 Yr) - Yield 6.1235% Price 100.0005% --  FR0065 (15.32 Yr) - Yield 6.5959% Price 100.2650% --  

Persepsi Positif Investor Berlanjut, Pasar Obligasi Rally di Pekan Pertama 2018

Ketiga indeks total return obligasi catat rekor baru

Pada pekan perdana tahun 2018, tiga indeks total return obligasi kompak menguat dan ditutup pada level tertingginya. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar +2,4921poin wow (+1,03%wow) ke level 245,4764. Penguatan ICBI didorong oleh  meningkatnya kinerja INDOBeXG-Total Return sebesar +2,6471poin wow (+1,10%wow) ke level 207,2925 dan kinerja INDOBeXC-Total Return yang naik sebesar +1,3493poin wow (+0,53%wow) ke level 254,4051.

 

Indikator ekonomi makro menjadi katalis bullish-nya pasar

Rilis level inflasi Indonesia akhir tahun 2017 yang berada dalam target BI yakni 3,61%yoy; penguatan Rupiah sebesar 1,03% dalam sepekan dari level Rp13.555/US$ menjadi Rp13.416/US$; serta pernyataan Gubernur BI yang mengungkapkan nilai cadangan  devisa akhir Desember 2017 mencapai US$130miliar menjadi sentimen positif di pekan perdana tahun 2018.

 

Akumulasi seri benchmark baru turut mendongkrak kinerja pasar

 

Optimisme investor mendorong pelaku pasar untuk semakin aktif mengakumulasi seri-seri obligasi negara seperti seri FR dan ORI. Tercermin dari 43 seri, harga 38 seri (88,37%) kompak menguat termasuk empat seri benchmark baru untuk tahun 2018. Bahkan, keempat seri benchmark baru (FR0063, FR0064, FR0065, & FR0075)  mencatat kenaikan harga pada kisaran +188,26bps wow hingga +302,69bps wow.

Weekly Report, 02 - 05 Januari 2018

Ekspektasi risiko global turun ke level terendah, asing catat net buy

Faktor stabilitas ekonomi domestik dan rilis notulensi rapat FOMC yang sesuai ekspektasi yakni kenaikan FFR secara bertahap di tahun 2018 turut menjaga persepsi risiko investor global terhadap pasar obligasi Indonesia. Tercermin dari penurunan Credit Default Swap Indonesia tenor 5-tahun ke level terendah sepanjang masa yakni 80,04bps atau turun –5,20bps wow dan berdampak pada terus mengalirnya dana asing ke pasar SBN. Selama sepekan, asing telah mencatat net buy sebesar Rp12,81tn ke posisi Rp848,96tn pada akhir pekan ini sehingga juga berimbas pada penguatan pasar.

 

Yield curve obligasi pemerintah dan korporasi kompak bullish

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bullish. Rata-rata yield untuk seluruh tenor (1-30tahun) turun –10,98bps wow. Yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar yakni –13,99bps wow. Kemudian disusul oleh penurunan yield kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar –11,66bps wow dan –10,47bps wow.

 

Tren positif juga mewarnai sukuk negara, IGSIX-TR menguat +0,61%wow

Senada dengan obligasi konvensional, penguatan kinerja juga dicatatkan pasar obligasi syariah negara. Indonesia Government Sukuk Index-Total Return (IGSIX-TR) pekan ini naik sebesar +1,3314poin wow (+0,61%wow) ke level 219,2812. Peningkatan performa didorong oleh kenaikan harga seluruh kelompok sukuk negara dengan rata-rata sebesar +51,75bps wow. Kelompok harga seri IFR menguat paling besar yakni +74,37bps wow.

 

Aktivitas perdagangan meningkat, FR0075 (TTM 20,37tahun) teraktif

Aktivitas perdagangan obligasi pekan ini meningkat yang tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi harian hingga sebesar +135,08%wow dari 575 kali/hari menjadi 1.353 kali/hari. Peningkatan aktivitas juga terjadi pada rata-rata volume perdagangan harian yakni sebesar +79,43%wow dari Rp12,53tn/hari menjadi Rp22,49tn/hari.

 

Minat peserta lelang tinggi, pemerintah serap dana maksimal

 

Pekan ini pemerintah menyelenggarakan lelang SBN perdana dengan target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp17,00tn, dan target maksimal Rp25,50tn. Pemerintah menawarkan 2 seri SPN new issuance dan 3 seri FR reopening yang ditawarkan yakni: SPN03180404 (tenor 3 bulan), SPN12190104 (tenor 1 tahun), FR0063 (TTM 5,36 tahun), FR0064 (TTM 10,37 tahun), dan FR0075 (TTM 20,38 tahun).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer