Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
243.3246
Previous Change Change (%)
243.4401
0.1154
0.05
Jakarta, 24 Februari 2018
| Februari 2018 ||New Issuance| Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (14 Februari 2018), Indomobil Finance Indonesia, PT (15 Februari 2018), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (20 Februari 2018), Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT (21 Februari 2018), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (22 Februari 2018) |Matured | SPN12180201 (01 Februari 2018), SPN-S 02022018 (02 Februari 2018), BJBR07C (09 Februari 2018), NISP01CCN2 (10 Februari 2018), PBS001 (15 Februari 2018), SPN03180215 (15 Februari 2018), TAFS02ACN2 (24 Februari 2018), BFIN02BCN3 (25 Februari 2018).   || IBPA Benchmark Rates (23/2/2018) :FR0075 (20.24 Yr) - Yield 7.2724% Price 102.3750% --  FR0063 (5.22 Yr) - Yield 5.8499% Price 98.9900% --  FR0064 (10.23 Yr) - Yield 6.4853% Price 97.3250% --  FR0065 (15.23 Yr) - Yield 7.0009% Price 96.5000% --  

Ditulis Oleh : Danielisa Putriadita, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Pandangan pelaku pasar pada surat utang Indonesia semakin membaik.

Tingkat persepsi risiko investor investasi Indonesia yang tercermin dalam credit default swap (CDS) untuk surat utang tenor 10 tahun mencapai rekor terendah sepanjang 10 tahun di level 158,54 per Selasa (24/10). Meski, pada Jumat (26/10) level CDS Indonesia naik tipis ke level 159,86.

Jika dihitung sejak akhir tahun lalu, CDS tenor 10 tahun turun 37,39%. Sedangkan CDS tenor 5 tahun turun 40,3% year to date.

I Made Adi Saputra Analis Fixed Income MNC Sekuritas mengatakan faktor dalam negeri yang membuat level CDS rendah adalah masih terjaganya rasio utang terhadap gross domestic product (GDP) dan masih terjaganya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara meski terjadi defisit.

"Kedua faktor tersebut yang membuat persepsi pada surat utang Indonesia positif dan tercermin pada CDS," kata Made, Jumat (27/10).

CDS Indonesia yang rendah menambah kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Selain karena faktor CDS, Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan investor asing tertarik berinvestasi pada surat utang Indonesia karena return yang diberikan surat utang Indonesia paling tinggi dari negara-negara tetangga.

"Secara year on year Surat Utang Negara (SUN) telah memberikan return lebih dari 13%," kata Desmon, Jumat (26/10).

Selain itu, yield Indonesia cukup tinggi ditambah inflasi yang cenderung stabil di bawah 4%. Tak ketinggalan tentu karena faktor investment grade yang diberikan Standard & Poor. 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer