Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
244.3216
Previous Change Change (%)
245.0724
0.7508
0.31
Jakarta, 23 April 2018
| April 2018 ||New Issuance| Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, PT (06 April 2018), Bank OCBC NISP Tbk, PT (10 April 2018), Federal International Finance, PT (11 April 2018), Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT (12 April 2018), Bank Pan Indonesia Tbk, PT (18 April 2018) |Matured | BBIA01B (01 April 2018), WOMF01BCN3 (02 April 2018), ADMF03ACN5 (02 April 2018), SMADMF02ACN3 (02 April 2018), IMFI02ACN4 (03 April 2018), SPN03180404 (04 April 2018), ASDF02CCN3 (04 April 2018), BRAP01 (08 April 2018), SMMF02 (10 April 2018), SANF02ACN2 (10 April 2018), SPN-S 11042018 (11 April 2018), SPN12180412 (12 April 2018), BBRI02ACN2 (16 April 2018), SPN03180417 (17 April 2018), IMFI01CCN4 (22 April 2018), SISMRA01CN3 (22 April 2018), SMRA01CN3 (22 April 2018), FIFA02BCN1 (24 April 2018), IMFI02BCN1 (24 April 2018), SPN03180430 (30 April 2018).   || IBPA Benchmark Rates (20/4/2018) :FR0075 (20.08 Yr) - Yield 7.3787% Price 101.2520% --  FR0063 (5.07 Yr) - Yield 6.1459% Price 97.7556% --  FR0064 (10.08 Yr) - Yield 6.7852% Price 95.2333% --  FR0065 (15.08 Yr) - Yield 6.9821% Price 96.6969% --  

Ditulis Oleh : Danielisa Putriadita, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, Selasa (10/10) sebesar Rp 17,32 triliun. Jumlah ini lebih rendah dari lelang sukuk Selasa (26/9) yang sebesar Rp 26,4 triliun.

Analis Obligasi BNI Sekuritas Ariawan mengatakan, jumlah penawaran menurun karena dalam beberapa hari terakhir pasar obligasi memang sedang tertekan sentimen global. "Yang mempengaruhi lebih ke tekanan eksternal seperti ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan pelaku pasar masih cenderung wait and see," kata Ariawan, Selasa (10/10).

Tak heran di pasar sekunder transaksi relatif tidak seramai dibanding beberapa hari lalu, ketika yield turun cukup signifikan.

Namun, meski jumlah penawaran menurun, Ariawan masih menganggap hasil lelang sukuk hari ini berlangsung sukses. Indikator sukses lelang kali ini adalah pemerintah tetap memenangkan nominal yang sama seperti lelang dua pekan lalu yaitu sebesar Rp 7 triliun.

"Penawaran dari investor bagus, imbal hasil yang diminta tidak terlalu tinggi makanya pemerintah juga bisa terbitkan surat utang bahkan di atas target indikatif sebesar Rp 5 triliun," kata Ariawan.

Menurutnya, hasil lelang kali ini merupakan sinyal positif bagi pasar obligasi. "Di tengah yield dalam beberapa hari terakhir cenderung naik, tapi di sisi lain justru demand dari investor masih cukup tinggi," kata Ariawan.

Secara umum, Ariawan menyimpulkan bid (permintaan beli) lelang sukuk hari ini masih di atas rata-rata bid lelang sejak awal tahun yang berada di sekitar Rp 16,5 triliun.

Ariawan memproyeksikan lelang sukuk ke depan masih positif. Sentimen yang mendukung datang dari prospek ekonomi domestik yang baik serta inflasi yang terjaga. Hal ini membuat imbal hasil sukuk masih akan menarik bagi investor.

Apalagi imbal hasil surat utang Indonesia masih lebih tinggi dari imbal hasil surat utang negara tetangga. Hal ini semakin menambah ketertarikan baik investor asing maupun domestik untuk mengoleksi surat utang Indonesia.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer