Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
235.5077
Previous Change Change (%)
236.2578
0.7501
0.32
Jakarta, 24 Oktober 2017
| Oktober 2017 ||New Issuance| Bank Mayapada Internasional Tbk, PT (3 Oktober 2017), Pegadaian (Persero), PT (3 Oktober 2017), Waskita Karya (Persero) Tbk, PT (6 Oktober 2017), Federal International Finance, PT (10 Oktober 2017), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (13 Oktober 2017), Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT (17 Oktober 2017) |Matured | SPN-S 05102017 (5-Oktober-2017), FIFA02ACN4 (7-Oktober-2017), BLAM03 (9-Oktober-2017), SPN12171012 (12-Oktober-2017), PNMP01 (12-Oktober -2017), ORI011 (15-Oktober-2017), BEXI02BCN3 (16-Oktober-2017), TELE01ACN2 (24-Oktober-2017), SPN03171026 (26-Oktober-2017), ASDF03ACN2 (28-Oktober-2017), ASDF02BCN4 (29-Oktober-2017), BNGA01BCN1 (30-Oktober-2017), BNII01BCN2 (31-Oktober-2017)   || IBPA Benchmark Rates (23/10/2017) :FR0061 (4.56 Yr) - Yield 6.3463% Price 102.5487% --  FR0072 (18.57 Yr) - Yield 7.4220% Price 108.2633% --  FR0059 (9.56 Yr) - Yield 6.7026% Price 102.0684% --  FR0074 (14.82 Yr) - Yield 7.2261% Price 102.4500% --  
  

Pekan Perdana Kuartal IV-2017, Pasar SBN Catat Koreksi

Indeks return obligasi secara komposit melemah

Kinerja negatif mewarnai indeks total return pasar obligasi domestik secara komposit  (ICBI) pada pekan perdana Oktober. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup turun –0,22%wow ke level 236,3514 terpicu oleh kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang turun sebesar –0,27%wow ke level 233,6730. Namun, untuk kinerja return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) masih sanggup menguat +0,13%wow ke level 245,8210. Sepanjang tahun berjalan, positive return ICBI mencapai +13,39%ytd.

 

Sentimen global picu penurunan performa pasar

Ditengah terkendalinya inflasi September di level 3,72%yoy dan cadangan  devisa yang melanjutkan rekor tertingginya ke level US$129,4miliar, negatifnya pergerakan pasar dipicu oleh antisipasi risiko pasar terhadap beragam sentimen dari global seperti    rencana the Fed yang secara bertahap akan melepas surat-surat berharga pemerintah AS bulan ini, ekspektasi realisasi lebih lanjut mengenai kebijakan reformasi pajak oleh Presiden Trump, serta penguatan indikator ekonomi AS. Berbagai sentimen tersebut telah memicu penguatan USD dan berdampak pada tergerusnya nilai Rupiah.

Weekly Report, 02 - 06 Oktober 2017

Kinerja harga seri-seri FR & ORI melemah

Seiring banyaknya tekanan dari global, harga seri-seri SBN kelompok seri FR dan ORI juga terkena imbasnya. Dari 43 seri, hanya harga seri FR0062 yang sanggup menguat, sedangkan sisanya kompak melemah dengan kisaran turun –2,07bps wow hingga –177,08bps wow. Dari sisi benchmark, penurunan harga terendah dicatatkan seri FR0061 sebesar –51,04bps wow dan penurunan harga terdalam dicatatkan FR0074 sebesar –158,81bps wow. Penurunan harga-harga SBN khususnya benchmark memicu peningkatan imbal hasil seluruh tenor obligasi negara.

 

Net sell asing turut menekan kinerja return dan harga pasar

Investor asing di pasar SBN berlanjut mencatatkan net sell selama 2 pekan berturut-turut. Pada pekan ini, asing mencatatkan net sell hingga sebesar Rp11,49tn dalam    sepekan dari  level Rp819,37tn menjadi level Rp807,88tn. Dengan demikian porsi asing juga menurun dari 40,03% menjadi 39,20%.

 

Yield curve obligasi pemerintah dan korporasi bearish, tenor pendek naik paling besar

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bearish dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) meningkat sebesar +1,95bps wow. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) tertekan naik paling tinggi sebesar +4,04bps wow. Kemudian diikuti oleh rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) yang naik +2,69bps wow dan tenor panjang (>7tahun) naik +1,49bps wow. Pola pergerakan yang sama juga terjadi pada kurva yield obligasi korporasi.

 

Kinerja pasar sukuk negara turut melemah

Tren negatif juga mewarnai kinerja return pasar obligasi syariah negara pekan ini. Koreksi harga pada mayoritas seri sukuk  negara dengan rata-rata –24,04bps wow mendorong turunnya Indonesia Government Sukuk Indexes-Total Return (IGSIX-TR) sebesar –0,25%wow ke level 212,8503. Dari 23 seri, hanya harga 2 seri yang menguat yakni SR008 dan PBS001. Koreksi harga terdalam dialami seri PBS sebesar –32,70bps wow, sedangkan seri IFR dan SR melemah masing-masing sebesar –12,27bps wow dan –0,38bps wow. Secara tahun berjalan, IGSIX-TR telah mencatatkan positive return sebesar +11,98%ytd.

 

Aktivitas perdagangan SUN picu penurunan aktivitas pasar obligasi 

Aktivitas perdagangan obligasi di pekan pertama Oktober mencatatkan penurunan pada kedua sisinya. Rata-rata volume transaksi harian turun –45,90%wow dari Rp22,12tn/hari menjadi Rp11,97tn/hari, dan rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun –36,58%wow dari 1.175 kali/hari menjadi 745 kali/hari.

 

Seri tenor pendek masih mendominasi pelaksanaan lelang SBN 

 

Pemerintah pekan ini telah melaksanakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) pertama di kuartal IV-2017 dengan target indikatif sebesar Rp15,00tn. Seri-seri yang dilelang terdiri dari 1 seri new issuance tenor 12 bulan (SPN12181004), dan 4 seri reopening yakni SPN12180104 (TTM 0,25 tahun), FR0061 (TTM 4,62 tahun), FR0074 (TTM 14,88 tahun), dan FR0075 (TTM 20,63 tahun).

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer