Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
240.6641
Previous Change Change (%)
240.6998
0.0357
0.01
Jakarta, 15 Desember 2017
November 2017 ||New Issuance| Bank CIMB Niaga Tbk, PT (02 November 2017), Astra Sedaya Finance Tbk, PT (02 Novem ber 2017), Bussan Auto Finance, PT (03 November 2017), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (03 November 2017), Marga Lingkar Jakarta, PT (08 November 2017), BFI Finance Indonesia Tbk, PT (09 November 2017), Indosat Tbk, PT (09 November 2017), Pupuk Indonesia (Persero), PT (09 November 2017), Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT (14 November 2017), Maybank Indonesia Finance, PT (15 November 2017) |Matured | SPN-S 03112017 (03 November 2017), BFIN03ACN1 (05 November 2017), SSIA01B (06 November 2017), SPN12171109 (09 November 2017), PNBN04SB (09 November 2017), ADMF02BCN4 (12 November 2017), ADMFSM1BCN2 (12 November 2017), BNGA02ACN1 (13 November 2017), WSKT01CN1 (18 November 2017), SPN03171123 (23 November 2017), ASDF02CCN2 (26 November 2017), SDRA02 (29 November 2017), SISSMM01 (30 November 2017), SSMM01B (30 November 2017).   || IBPA Benchmark Rates (15/12/2017) :FR0059 (9.42 Yr) - Yield 6.4612% Price 103.7494% --  FR0074 (14.68 Yr) - Yield 7.0340% Price 104.2071% --  FR0061 (4.42 Yr) - Yield 6.0059% Price 103.8000% --  FR0072 (18.43 Yr) - Yield 7.2370% Price 110.2076% --  
  

Ditulis Oleh : Danielisa Putriadita, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun 0,02% pada hari terakhir perdagangan di September 2017 ke level 236,86 dari pekan sebelumnya. Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Lili Indarli dalam riset Senin (2/10) mengatakan, kinerja negatif ICBI pekan lalu sejalan dengan meningkatnya ekspektasi risiko global.

Adapun terdapat peristiwa penting pada pekan kemarin yang mempengaruhi kinerja ICBI. Pertama, terkait pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang bernada hawkish mengenai rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed (FFR) akhir tahun ini.

Kedua, dimulainya pengurangan portofolio Obligasi milik The Fed bulan Oktober. Ketiga, diumumkannya kebijakan pemangkasan pajak perusahaan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dari 35% menjadi 20%.

Pekan lalu, rupiah sempat menyentuh level terendah dalam 10 bulan terakhir. Menguatnya indeks dollar AS pekan kemarin turut berdampak pada kinerja nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot.

Pekan kemarin, rupiah melemah 160 poin ke level Rp 13.472 per dollar AS. "Tren depresiasi rupiah yang terjadi sejak awal pekan lalu turut berkontribusi terhadap tertekannya kinerja pasar Obligasi," kata Lili.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer