Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
238.3897
Previous Change Change (%)
238.2718
0.1179
0.05
Jakarta, 24 November 2017
| November 2017 ||New Issuance| Bank CIMB Niaga Tbk, PT (02 November 2017), Astra Sedaya Finance Tbk, PT (02 Novem ber 2017), Bussan Auto Finance, PT (03 November 2017), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (03 November 2017), Marga Lingkar Jakarta, PT (08 November 2017), BFI Finance Indonesia Tbk, PT (09 November 2017), Indosat Tbk, PT (09 November 2017), Pupuk Indonesia (Persero), PT (09 November 2017), Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT (14 November 2017), Maybank Indonesia Finance, PT (15 November 2017) |Matured | SPN-S 03112017 (03 November 2017), BFIN03ACN1 (05 November 2017), SSIA01B (06 November 2017), SPN12171109 (09 November 2017), PNBN04SB (09 November 2017), ADMF02BCN4 (12 November 2017), ADMFSM1BCN2 (12 November 2017), BNGA02ACN1 (13 November 2017), WSKT01CN1 (18 November 2017), SPN03171123 (23 November 2017), ASDF02CCN2 (26 November 2017), SDRA02 (29 November 2017), SISSMM01 (30 November 2017), SSMM01B (30 November 2017).   || IBPA Benchmark Rates (24/11/2017) :FR0061 (4.47 Yr) - Yield 6.0687% Price 103.6000% --  FR0072 (18.48 Yr) - Yield 7.2618% Price 109.9615% --  FR0059 (9.48 Yr) - Yield 6.5237% Price 103.3248% --  FR0074 (14.73 Yr) - Yield 7.0410% Price 104.1500% --  
  

Ekspektasi Risiko Terjaga Pasar Obligasi Domestik Bergerak Positif

ICBI bergerak rally dalam sepekan

Kinerja indeks total return pasar obligasi di pekan terakhir Agustus bergerak positif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mencatatkan nilai tertinggi ke level 233,2321 atau menguat +1,01%wow. Kinerja INDOBeXG-Total Return menguat sebesar +1,08%wow ke level 230,5626. Penguatan juga dicatatkan oleh INDOBeXC-Total Return sebesar +0,55%wow ke level 242,7742. Secara ytd, ketiga indeks total return menguat masing-masing: ICBI (+11,89%ytd), INDOBeXG-TR (+12,19%ytd), dan INDOBeXC-TR (+9,71%ytd). Sementara kinerja IHSG pekan ini mencatatkan penurunan sebesar —0,87%wow ke level 5.864,06 dan secara tahun berjalan menguat +10,71%ytd.

 

Ditengah ketegangan geopolitik, Rupiah bergerak stabil

Positifnya pasar obligasi pekan ini didukung oleh stabilnya Rupiah terhadap USD dalam sepekan. Pekan ini Rupiah di pasar spot menguat terbatas sebesar +0,01%wow ke level Rp13.342/US$ atau secara tahun berjalan menguat +0,97%ytd (Bloomberg). Sepanjang bulan Agustus, Rupiah sempat tertekan sehingga akhirnya rebound, dan jika dilihat   return mingguan yang dihasilkan tampak setelah menghasilkan return +0,13%wow pada pekan keempat, return pada pekan kelima tampak tertahan. Kondisi tersebut   karena kembali tidak kondusifnya kondisi geopolitik di pekan terakhir Agustus ini.

Weekly Report, 28 - 31 Agustus 2017

Pergerakan yield pasar obligasi Indonesia kompak bergerak turun

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini berpola bullish dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun —11,57bps wow. Penurunan rata-rata yield terbesar dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) yakni sebesar —17,98bps wow. Penurunan yield diikuti kemudian oleh tenor pendek (1-4tahun) dan panjang (8-30tahun) yakni masing-masing sebesar —15,44bps wow dan —10,07bps wow.

 

Frekuensi perdagangan meningkat, FR0072 paling solid

Aktivitas perdagangan obligasi pekan terakhir Agustus mengalami peningkatan dari segi rata-rata frekuensi hariannya yakni +25,34%wow dari 886 kali/hari menjadi 1.110 kali/hari. Namun rata-rata volume perdagangan harian menurun sebesar —3,83%wow dari Rp16,17tn/hari menjadi Rp15,55tn/hari. Aktivitas perdagangan SUN turut mengalami kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan harian sebesar +23,71%wow dari 775 kali/hari menjadi 959 kali/hari. Sementara rata-rata volume perdagangan harian SUN mencatatkan penurunan sebesar —6,12%wow dari Rp15,37tn/hari menjadi Rp14,43tn/hari.

 

Lelang SBN oversubscribed 4,41 kali, seluruh seri dimenangkan

Lelang SBSN kali ini lebih ramai dibanding lelang SBSN sebelumnya. Penawaran yang masuk mencapai Rp26,43tn atau oversubscribed 4,41 kali. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sejak pelaksanaan lelang SBSN tahun 2017. Peserta lelang lebih menyasar seri-seri bertenor pendek yakni PBS013 senilai Rp10,79tn; PBS014 Rp4,98tn; dan seri SPN-S Rp4,82tn. Nilai penawaran yang masuk untuk ketiga seri tersebut mencakup 77,91% dari total penawaran yang masuk.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer