Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
236.8535
Previous Change Change (%)
236.4502
0.4033
0.17
Jakarta, 16 Juli 2018
| Juli 2018 ||New Issuance| Bank Pan Indonesia Tbk, PT (03 Juli 2018), MNC Kapital Indonesia Tbk, PT (03 Juli 2018), Medco Power Indonesia, PT (04 Juli 2018), Pelabuhan Indonesia IV (Persero), PT (04 Juli 2018), Bank Central Asia Tbk, PT (05 Juli 2018), Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, PT (05 Juli 2018), Mandala Multifinance Tbk, PT (05 Juli 2018), Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT (05 Juli 2018), Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT (06 Juli 2018), PP Properti Tbk, PT (06 Juli 2018) |Matured | ASDF02BCN5 (02 Juli 2018), TELE01ACN3 (02 Juli 2018), BBRI01BCN1 (03 Juli 2018), BTPN02BCN1 (04 Juli 2018), BSMT01SB (05 Juli 2018), BCAP01CN1 (05 Juli 2018), GIAA01CN1 (05 Juli 2018), PPNX01 (05 Juli 2018), MDLN01ACN1 (07 Juli 2018), SMFP03BCN1 (07 Juli 2018), BNTT01D (08 Juli 2018), BBTN02ACN1 (08 Juli 2018), DILD01B (09 Juli 2018), PANR01CN1 (09 Juli 2018), PNMP02 (09 Juli 2018), PPGD02CCN1 (09 Juli 2018), SPN-S 10072018 (10 Juli 2018), TELE01CN1 (10 Juli 2018), PPGD10BXBVTW (11 Juli 2018), SPN12180712 (12 Juli 2018), FR0032 (15 Juli 2018), IMFI03ACN1 (17 Juli 2018), CSUL01A (21 Juli 2018), ADMF03ACN6 (24 Juli 2018), VR0027 (25 Juli 2018).   || IBPA Benchmark Rates (13/7/2018) :FR0063 (4.84 Yr) - Yield 7.3338% Price 93.1314% --  FR0064 (9.85 Yr) - Yield 7.4090% Price 91.1280% --  FR0065 (14.85 Yr) - Yield 7.7669% Price 90.0296% --  FR0075 (19.85 Yr) - Yield 7.9687% Price 95.3500% --  

Ditulis Oleh : Sofyan Nur Hidayat, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (8/8) meraih penawaran tertinggi sepanjang tahun ini, yakni Rp 58,62 triliun. Analis menilai tingginya minat investor dalam lelang SUN kali ini dipicu oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang membuka peluang penurunan suku bunga.

Dalam lelang kemarin, pemerintah memenangkan lelang sesuai target maksimal yakni Rp 22,50 triliun. Ada lima seri surat utang yang ditawarkan kepada investor dalam lelang kemarin yakni SPN12171109, SPN12180809, FR0061, FR0074 dan FR0075.

Lima seri tersebut mendapatkan penawaran dari investor masing-masing senilai Rp 8,14 triliun, Rp 11,36 triliun, Rp 16,45 triliun, Rp 7,94 triliun dan Rp 14,73 triliun. Sedangkan nominal yang dimenangkan oleh pemerintah pada masing-masing seri tersebut sebesar Rp 5 triliun, Rp 5 triliun, Rp 5,05 triliun, Rp 1,05 triliun dan Rp 6,4 triliun.

Anil Kumar, Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia mengatakan jumlah penawaran yang mencapai Rp 58,62 triliun dalam lelang SUN kemarin merupakan penawaran tertinggi dalam lelang SUN yang digelar sejak awal tahun ini. Sebelumnya, penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 53 triliun yang diraih di awal tahun 2017.

Tingginya minat investor dalam lelang SUN kali ini, menurut Anil, terjadi karena investor mengantisipasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Maklum, Gubernur BI Agus Martowardojo akhir pekan lalu, mengeluarkan pernyataan jika BI membuka peluang pemangkasan suku bunga.

Kebijakan tersebut akan diambil oleh BI jika ekonomi Indonesia terus membaik, inflasi terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil. "Jika suku bunga dipotong, harga obligasi akan naik," kata Anil pada Selasa (8/8).

Tingginya permintaan investor pada lelang SUN kemarin juga didukung oleh data ekonomi Indonesia yang positif seperti inflasi yang rendah, rupiah stabil dan kenaikan rating utang Indonesia menjadi investment grade oleh Standard and Poor's.

Sedangkan dari eksternal, peluang Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga satu kali lagi di akhir tahun 2017 semakin memudar. Hal tersebut membuat minat investor terhadap obligasi pemerintah Indonesia meningkat.

Dengan berbagai sentimen positif yang menyelimuti pasar obligasi domestik, Anil menilai, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk masuk ke pasar obligasi, terutama surat utang negara (SUN).

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer