Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
243.4401
Previous Change Change (%)
244.4280
0.9879
0.40
Jakarta, 23 Februari 2018
| Februari 2018 ||New Issuance| Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (14 Februari 2018), Indomobil Finance Indonesia, PT (15 Februari 2018), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (20 Februari 2018), Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT (21 Februari 2018), Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT (22 Februari 2018) |Matured | SPN12180201 (01 Februari 2018), SPN-S 02022018 (02 Februari 2018), BJBR07C (09 Februari 2018), NISP01CCN2 (10 Februari 2018), PBS001 (15 Februari 2018), SPN03180215 (15 Februari 2018), TAFS02ACN2 (24 Februari 2018), BFIN02BCN3 (25 Februari 2018).   || IBPA Benchmark Rates (22/2/2018) :FR0075 (20.24 Yr) - Yield 7.3206% Price 101.8618% --  FR0063 (5.23 Yr) - Yield 5.8293% Price 99.0807% --  FR0064 (10.23 Yr) - Yield 6.5523% Price 96.8390% --  FR0065 (15.24 Yr) - Yield 7.0163% Price 96.3599% --  

 Ditulis oleh: Bambang Priyo Jatmiko, Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com


Bank sentral AS, The Federal Reserve kembali mengerek suku bunga acuannya pada Rabu waktu setempat atau Kamis (15/6/2017) waktu Indonesia.

The Fed juga menyatakan akan mulai mengurangi kepemilikan surat utang serta portofolio investasi lainnya. Hal ini memberi sinyal membaiknya perekonomian AS serta menguatnya pasar tenaga kerja.

Dalam hal ini, The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pinjaman sebesar 25 basis poin dan berada di kisaran 1-1,25 persen. Bank sentral AS juga memperkirakan bakal kembali menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini.

Dalam pernyataannya, The Fed mengungkapkan perekonomian AS telah membaik, serapan tenaga kerja tetap solid dan inflasi yang masih terkendali.

Terkait dengan pengurangan kepemilikan surat utang, The Fed menyatakan akan mengurangi kepemilikan surat utang pemerintah AS hingga 4,2 triliun dollar AS serta surat utang beragun aset mortgage yang diserap saat AS mengalami krisis finansial 2007-2009 silam.

"Apa yang bisa kami sampaikan adalah kami mengantisipasi berkurangnya saldo cadangan serta neraca ke tingkat yang lebih rendah dari yang terlihat dalam beberapa tahun ini. Namun demikian, jumlah tersebut masih jauh lebih besar dari saat krisis keuangan," ujar Gubernur The Fed Janet Yellen sebagaimana dikutip dari Reuters.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer