Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
236.4883
Previous Change Change (%)
236.2091
0.2792
0.12
Jakarta, 22 September 2017
Due to Islamic New Year holiday, IBPA will be closed on 21 September 2017. IBPA will resume its operational activities on 22 September 2017. During the holiday, IBPA website, BIPS and TheNewBIPS will remain accessible. Sehubungan dengan libur Tahun Baru Islam, IBPA tidak beroperasi pada tanggal 21 September 2017. IBPA akan kembali beroperasi pada tanggal 22 September 2017. Selama libur, website IBPA, BIPS dan TheNewBIPS tetap dapat diakses. || | September 2017 ||New Issuance| Global Mediacom Tbk, PT (19 September 2017), Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT (19 September 2017) |Matured | PPGD12A (4-September-2017), PPGD12B (4-September-2017), BEXI03ACN2 (5-September-2017), SPN03170907 (7-September-2017), SPN-S 08092017 (8-September -2017), ISAT01ACN4 (12-September-2017), SIISAT01ACN4 (12-September-2017), SPN12170914 (14-September-2017), MAPI01ACN3 (19-September-2017), SPN03170921 (21-September-2017), VR0025 (25-September-2017), ADMF01CCN3 (27-September-2017).   || IBPA Benchmark Rates (20/9/2017) :FR0061 (4.65 Yr) - Yield 5.9781% Price 104.0864% --  FR0072 (18.66 Yr) - Yield 7.2237% Price 110.4100% --  FR0059 (9.65 Yr) - Yield 6.4183% Price 104.1261% --  FR0074 (14.91 Yr) - Yield 6.9453% Price 105.0897% --  
  

Awal Pekan Bulan Juni, Pasar Obligasi Domestik Berlanjut Rally

Tren positif berlanjut, INDOBeXC-TR catat positive return tertinggi secara year to date

Tren positif berlanjut mewarnai kinerja ketiga indeks return obligasi domestik hingga pekan perdana bulan Juni. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar +0,28%wow ke level 223,9742. Penguatan tersebut ditopang oleh kinerja return obligasi negara (INDOBeXG-TR) yang naik sebesar +0,29%wow, dan return obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) yang naik +0,19%wow. Secara year to date, positive return tertinggi dicatatkan obligasi korporasi sebesar +11,34%ytd.

 

Rilis cadangan devisa picu kenaikan ICBI hingga +0,14%wow

Positifnya kinerja ICBI pekan ini hingga +0,28%wow terpicu oleh respon positif pasar terhadap kenaikan cadangan devisa Indonesia bulan Mei ke level US$124,95miliar dari US$123,25miliar. Tercermin dari pergerakan ICBI harian yang langsung meningkat pesat hingga +0,14% sehari paska rilis data cadangan devisa pada tanggal 8 Juni. Pekan ini, pergerakan pasar banyak dipengaruhi wait and see hasil UK election yang pada akhirnya partai konservatif gagal mendapat mayoritas suara di parlemen (50%+1), serta antisipasi risiko kenaikan FFR pada rapat FOMC pekan depan yang sudah mencapai angka probabilitas 97,80%.

Weekly Report, 5 - 9 Juni 2017

Net buy mayoritas investor topang kinerja positif SBN

Pekan ini, asing catatkan net buy sebesar Rp5,44tn, lebih tinggi dari pekan lalu yang sebesar Rp4,26tn. Net buy tidak hanya dicatatkan oleh asing, investor dalam negeri (selain ritel dan Bank Indonesia) juga banyak melakukan aksi beli dengan mencatatkan net buy hingga Rp16,49tn. Net buy tertinggi pekan ini dipegang oleh institusi perbankan mencapai Rp15,30tn. Situasi tersebut pada akhirnya turut menopang kinerja positif pasar SBN pekan ini.

 

Tren penguatan rupiah turut menjadi katalis positif pekan ini

Pekan ini rupiah ditutup menguat +24,0poin di level 13.291/US$ (Bloomberg). Tren apresiasi rupiah pekan ini terpicu oleh pelemahan indeks dollar secara global paska rilis beberapa data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi dan testimoni dari mantan ketua FBI terkait pemecatan oleh Presiden Trump.

 

Tenor pendek catat bullish pada ketiga kurva yield IBPA

Penurunan yield mewarnai seluruh tenor kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini. Rata-rata yield pada kelompok tenor pendek (1-4tahun) turun paling besar yakni –4,19bps wow. Berbeda halnya dengan kurva IBPA-IGSYC, kurva IBPA-ICBYC (IBPA-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) pekan ini berpola mixed. Hanya kelompok tenor pendek (1-4tahun) yang bergerak bullish sebesar –1,71bps wow. Sedangkan dua kelompok tenor lainnya  bergerak bearish.

 

Ditengah sepi transaksi, performa sukuk negara menghijau

Pekan ini, Indeks total return sukuk negara (IGSIX-TR) ditutup menguat +0,24% wow di level 203,3051. Transaksi sukuk negara pekan ini tampak sepi. Rata-rata volume harian turun –43,16%wow dan frekuensi harian turun –18,18%wow. Kelompok seri SR mencatatkan total volume terbesar pekan ini yakni Rp938miliar atau mencakup 55,79% dari seluruh volume transaksi sukuk negara yang sebesar Rp1,68tn. Pekan ini, rata-rata volume harian SR meningkat +111,10%wow menjadi Rp187miliar/hari, sedangkan volume harian PBS turun sebesar –70,43%wow menjadi Rp149miliar/hari. Tiga seri dengan volume transaksi terbesar pekan ini dipegang seri: SR009 (Rp566miliar); SR007 (Rp314miliar); dan PBS013 (Rp220miliar).

 

Aktivitas perdagangan obligasi semarak terpicu transaksi SUN tenor menengah dan panjang

 

Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder pekan ini berlangsung semarak. Rata-rata volume transaksi harian meningkat +24,07%wow dari Rp8,27tn/hari menjadi Rp10,27tn/hari, dan rata-rata frekuensi harian meningkat +2,93%wow dari 591kali/hari menjadi 608 kali/hari. Peningkatan tersebut terpicu oleh ramainya transaksi yang melanda kelompok SUN tenor menengah dan panjang. Rata-rata volume harian SUN tenor menengah pekan ini meningkat hingga +209,47% dari Rp673miliar/hari menjadi Rp2,08tn/hari. Dan volume harian SUN tenor panjang meningkat +64,58%wow dari Rp2,94tn/hari menjadi Rp4,84tn/hari. Sedangkan untuk volume harian SUN tenor pendek pekan ini turun –22,22%wow dari Rp3,37tn/hari menjadi Rp2,62tn/hari.

 

Antisipasi global picu penurunan oversubscribed dan kenaikan yield

 

Pekan ini pemerintah melaksanakan lelang SBN dengan target indikatif sebesar Rp12,00tn dan target maksimum Rp18,00tn. Total penawaran masuk kali ini lebih rendah dari lelang SBN sebelumnya yakni sebesar Rp33,60tn atau oversubscribed 2,80 kali (vs Rp43,87tn/oversubscribed 3,66 kali). Total penawaran masuk untuk seri-seri tenor menengah dan panjang turun menjadi sebesar Rp19,30tn atau mencakup 57,44% dari seluruh penawaran masuk. Antisipasi kenaikan FFR pekan depan dan isu ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor meredanya minat peserta lelang terhadap seri-seri bertenor menengah dan panjang. Antisipasi terhadap situasi global turut berdampak pada tingginya tingkat imbal hasil yang diminta oleh peserta lelang kali ini.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer