Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
227.9386
Previous Change Change (%)
227.9328
0.0058
0.00
Jakarta, 26 Juli 2017
| Juli 2017 ||New Issuance| PT AKR Corporindo Tbk (7 Juli 2017), PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (7 Juli 2017), PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (7 Juli 2017) , PT Global Mediacom Tbk (7 Juli 2017), PT Indomobil Finance Indonesia (7 Juli 2017), PT Bank Capital Indonesia Tbk (11 Juli 2017), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (11 Juli 2017), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (11 Juli 2017), PT Chandra Sakti Utama Leasing (11 Juli 2017), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (11 Juli 2017), PT Bank Mandiri Taspen Pos (11 Juli 2017), PT Bank Victoria International Tbk (11 Juli 2017), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (12 Juli 2017), PT Pupuk Indonesia (Persero) (12 Juli 2017) , PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (13 Juli 2017) , PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (14 Juli 2017) |Matured | PPGD13B (1-Juli-2017), BCAF02ACN2 (1-Juli-2017), ADHI01ACN1 (3-Juli-2017), ADHISM1CN1 (3-Juli-2017), SMAR01ACN1 (3-Juli-2017), BSDE01BCN1 (4-Juli-2017), WOMF02ACN1 (4-Juli-2017), TBLA02 (5-Juli-2017), BEXI05D (8-Juli-2017), BNGA01SB (8-Juli-2017), PIHC01A (8-Juli-2017), SMBNII01CN1 (8-Juli-2017), BPFI01ACN1 (8-Juli-2017), PPLN09A (10-Juli-2017), SIKPPLN01 (10-Juli-2017), SPN-S 11072017 (11-Juli-2017), PPGD02BCN2 (11-Juli-2017), BTPN03ACN1 (11-Juli-2017), SPN03170712 (12-Juli-2017), BMTR01B (12-Juli-2017), FR0028 (15-Juli-2017), BEXI02CN2 (18-Juli-2017), SPN12170720 (20-Juli-2017) , SPN03170726 (26-Juli-2017)   || IBPA Benchmark Rates (25/7/2017) :FR0061 (4.81 Yr) - Yield 6.7518% Price 100.9907% --  FR0072 (18.82 Yr) - Yield 7.5498% Price 106.9552% --  FR0059 (9.81 Yr) - Yield 6.9127% Price 100.6000% --  FR0074 (15.07 Yr) - Yield 7.3057% Price 101.7500% --  
  

Investment Grade S&P Topang Performa Positif Pasar Pekan Ini

Pasar obligasi positif, ICBI Menguat +0,90%wow

Pekan ini, performa positif kompak mewarnai ketiga indeks return obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat sebesar +0,90%wow di level 223,8914. Positifnya kinerja ICBI pekan ini terpicu oleh reaksi positif pasar terhadap keputusan lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) yang pada akhirnya menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade (BBB-) dengan outlook stabil pada Jumat siang. Paska kenaikan tersebut, ICBI langsung bergerak menguat sebesar +0,32% pada penutupan perdagangan Jumat.

 

Paska rating S&P, persepsi risiko global mereda, rupiah terapresiasi

Kenaikan tajam ICBI paska S&P menaikkan rating Indonesia ke level investment grade sejalan dengan turunnya persepsi risiko global. Setelah sempat tertekan naik hingga +6,24bps terpicu oleh gejolak politik di AS, persepsi risiko global yang diwakili oleh CDS Indonesia tenor 5-tahun tampak turun tajam hingga –10,86bps paska kenaikan rating Indonesia ke level investment grade. Efek positif juga dirasakan pasar Spot. Paska kenaikan rating S&P, rupiah di pasar Spot langsung ditutup menguat 31,0poin ke level Rp13.325/US$, setelah sehari sebelumnya melemah 32,0poin di level Rp13.356/US$.

 

Surplus neraca perdagangan Indonesia April 2017 turut menjadi sentimen positif pasar

 

Rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan April 2017 yang surplus US$1,24miliar di awal pekan ini turut menjadi katalis positif bagi kinerja pasar obligasi meskipun tidak sebesar efek dari kenaikan rating S&P. Hal tersebut karena surplus yang terjadi lebih didorong oleh penurunan impor.

Weekly Report, 15 - 19 Mei 2017

Ketiga kurva yield IBPA kompak bergerak bullish

Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pekan ini bergerak bullish pada ketiga kelompok tenornya. Rata-rata yield pada kelompok tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar hingga –10,40bps wow. Senada dengan kurva IBPA-IGSYC, ketiga kelompok tenor kurva IBPA-ICBYC (IBPA-Indonesia Corporate Bonds Yield Curve) pekan ini juga bergerak bullish. Namun, penurunan rata-rata yield terbesar terjadi pada kelompok tenor panjang (8-10tahun)  mencapai –14,94bps wow.

 

Total volume transaksi seri PBS pekan ini capai 72,51%

Harga sukuk negara pekan ini didominasi penguatan. Dari 21 seri yang beredar, hanya 3 seri yang bergerak turun yakni: IFR002 (–10,46bps wow); PBS009 (-4,12bps wow); dan PBS010 (-4,06bps wow). Rata-rata harga seluruh seri sukuk negara pekan ini naik +44,24bps wow. Seri IFR naik paling tinggi sebesar +65,96bps wow. Diikuti oleh seri PBS yang naik sebesar +41,58bps wow dan SR sebesar +19,55bps wow. Pekan ini, Indeks total return sukuk negara (IGSIX-TR) ditutup di level 201,6014 (-0,58%wow). Kelompok seri PBS pekan ini mencatatkan total volume terbesar hingga Rp3,89tn atau mencakup 72,51% dari seluruh volume transaksi sukuk negara yang sebesar Rp5,36tn.

 

Kenaikan peringkat S&P picu volume transaksi naik hingga +170,0% dalam waktu sehari

Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder pekan ini tidak terlalu semarak terpicu ketidakpastian politik di AS. Namun secara harian, paska dinaikkannya rating Indonesia ke level investment grade (BBB-/stable outlook) oleh S&P, transaksi di pasar sekunder langsung tampak menggeliat. Pada perdagangan Jumat, total volume transaksi SBN meningkat hingga +170,86% dari Rp6,55tn menjadi Rp17,74tn. Demikian pula dengan volume transaksi obligasi korporasi yang meningkat hingga +176,11% dari Rp486miliar menjadi Rp1,34tn.

 

Ditopang data ekonomi domestik, tekanan naik yield pada pelaksanaan lelang pekan ini mereda

Pekan ini pemerintah kembali melaksanakan lelang sukuk negara (SBSN) dengan target indikatif sebesar Rp6,00tn. Total penawaran masuk pada lelang kali ini sedikit lebih tinggi dari lelang sukuk sebelumnya yakni sebesar Rp10,99tn (oversubscribed 1,831 kali) vs Rp10,95tn (oversubscribed 1,825 kali). Seri SPN-S masih menjadi primadona lelang dengan penawaran masuk mencapai Rp5,87tn atau mencakup 53,42% dari seluruh nilai penawaran yang ada. Dari segi yield rata-rata tertimbang, tren tingginya yield yang diminta tampak mulai mereda pada pelaksanaan lelang kali ini. Faktor pendorong redanya tekanan naik yield adalah tren bullish di pasar sekunder yang dipicu oleh surplusnya data neraca pembayaran Indonesia Q1-2017 dan data neraca perdagangan Indonesia periode April 2017.

To see more detail and complete reports on IBPA Research, please access our subscribed service:

 

 

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer