Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
224.7677
Previous Change Change (%)
224.8024
0.0346
0.02
Jakarta, 29 Mei 2017
| Mei 2017 ||New Issuance| PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (5 Mei 2017), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (22 Mei 2017) , PT Indosat Tbk (30 Mei 2017) , PT Aneka Gas Industri Tbk (31 Mei 2017) |Matured | SPN03170501 (1-Mei-2017), SPN03170501 (1-Mei-2017), IMFI01CCN2 (8-Mei-2017), MFIN02BCN1 (8-Mei-2017), SMKMYOR02 (9-Mei-2017), ADMF02BCN3 (14-Mei-2017), USDFR0001 (15-Mei-2017), SPN03170515 (15-Mei-2017), TAFS03C (17-Mei-2017), ASDF03ACN1 (21-Mei-2017), NISP02ACN1 (21-Mei-2017), BIMF01ACN2 (22-Mei-2017), TUFI01ACN2 (23-Mei-2017), ISAT05B (29-Mei-2017), BBRI01ACN3 (30-Mei-2017), INDF06 (31-Mei-2017)   || IBPA Benchmark Rates (26/5/2017) :FR0061 (4.97 Yr) - Yield 6.6400% Price 101.5000% --  FR0072 (18.98 Yr) - Yield 7.5828% Price 106.6500% --  FR0059 (9.98 Yr) - Yield 6.9257% Price 100.5250% --  FR0074 (15.23 Yr) - Yield 7.3439% Price 101.4000% --  
  

 Ditulis Oleh :Olfi Fitri Hasanah, Sumber : http://investasi.kontan.co.id

Perbankan kian gencar menempatkan dana di surat utang negara (SUN) di awal tahun ini. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 5 April 2017, total kepemilikan perbankan di SBN domestik yang dapat diperdagangkan mencapai Rp 500,88 triliun.

Angka ini melesat Rp 101,49 triliun atau naik 25,38% dibanding dengan posisi di akhir 2016, yakni Rp 399,46 triliun. Kenaikan terbesar terjadi pada kepemilikan perbankan konvensional, yang bertambah Rp 96,2 triliun per 5 April lalu.

Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga melihat, melesatnya kepemilikan perbankan di SBN terjadi karena pertumbuhan kredit bank di kuartal I-2017 masih lesu. Salah satu faktornya adalah ketidakstabilan harga komoditas, terutama sektor pertambangan. "Saat ini bank sedang berhati-hati penetrasi kredit, apalagi ke sektor pertambangan. Padahal, sejauh ini DPK cukup baik" jelas dia, Kamis (6/4).

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menambahkan, tahun lalu penyaluran kredit perbankan terbesar ke industri pertambangan dan perkebunan. "Ada alternatifnya kredit infrastruktur yang cukup potensial. Sayangnya tidak semua bank dapat masuk ke lini tersebut," tambah dia.

Sejauh ini, trading perbankan di pasar sekunder lebih banyak berhadapan dengan bank lainnya. Bukan hanya karena perbankan mendominasi aktivitas trading, tetapi bank juga menjadikan SBN sebagai salah satu aset likuid.

Perbankan memilih menyalurkan dana ke SBN karena imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasar uang. Porsi perbankan di SBN kini menempati posisi kedua tertinggi setelah investor asing. "Growth perbankan di pasar sekunder cukup besar, sekitar 5,2%, meski asing masih di posisi pertama," kata Desmon.

Prospek naik

Desmon memperkirakan, kepemilikan perbankan di SBN bakal terus bertambah hingga akhir tahun. Apalagi yield SUN acuan tenor sepuluh tahun, yakni FR0059, diprediksi ada di kisaran 7,5%-7,8% di akhir tahun, naik dari sekitar 7% saat ini. "Meski harga sekarang cenderung premium karena banyaknya investor asing, porsi bank di SBN tetap akan banyak," kata dia.

Made menambahkan, SBN seri FR0074 yang bertenor 15 tahun juga masih menjadi pilihan perbankan. Yield SUN ini bisa mencapai kisaran 7,25%-7,5%. Tapi, Made menilai kepemilikan bank di SBN cuma akan naik sampai tengah tahun.Ke depan, kepemilikan bank di SBN berpotensi turun.

Pasalnya, perbankan berpotensi kembali menyalurkan kredit ke nasabah pada paruh kedua tahun ini. OJK bahkan menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini mencapai double digit. "Tahun lalu kredit lesu, semoga sekarang kredit perbankan bisa sejalan dengan target OJK," pungkas Made.

Tags:
Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer